Penukaran Uang Baru Ramadan Bisa di 4.608 Kantor Cabang Bank Hingga 11 Mei 2021
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) pada tahun ini kembali tidak melayani penukaran uang untuk individu dalam rangka menyambut perayaan Idul Fitri. Aktivitas penukaran uang secara ritel tersebut tetap bisa dilakukan, tapi melalui jaringan perbankan.
Sebelum pandemi Covid-19, BI memberikan layanan secara individual kepada masyarakat seperti membuka konter penukaran di Monas, pelabuhan, dan pasar-pasar. Namun sejak tahun lalu dihentikan untuk menekan angka penularan Covid-19 di sektor keuangan.
"Tahun ini kami tidak memberikan layanan secara individual kepada masyarakat. Namun bisa melakukan penukaran melalui perbankan. Kemudian, perbankan nanti dengan masyarakat," ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim, dalam konferensi pers pada Rabu (14/4).
Periode layanan penukaran ini sudah dimulai sejak 12 April 2021 hingga 11 Mei 2021. Untuk ini, BI menggandeng 107 bank dengan total 4.608 kantor cabang atau outlet bank umum.
Jumlahnya meningkat 23 persen dari periode tahun lalu sebanyak 3.742 outlet. Hal ini disebabkan mobilitas masyarakat yang sudah mulai meningkat, begitu pula dengan aktivitas ekonomi.
Seluruh outlet tersebut akan melayani masyarakat untuk penukaran uang menjelang Lebaran 2021
Sementara itu, BI masih menyediakan layanan penukaran uang secara wholesale. Artinya, BI memberikan layanan penukaran uang dalam jumlah besar kepada para mitranya seperti lembaga, instansi, korporasi serta perbankan.
"Prinsipnya, BI dan seluruh kantor perwakilan sudah siap melayani penukaran dan penyediaan uang kepada masyarakat, khususnya kepada perbankan. Syaratnya masyarakat hanya perlu membawa jumlah uang yang ingin ditukar," tutur Marlison.
Bank Indonesia Ajak Masyarakat Bagi-Bagi THR Idulfitri Pakai Uang Baru Rp 75.000
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBagi-bagi uang baru saat hari raya sudah menjadi tradisi lama di Indonesia. Uang cetak baru ini biasanya dibagikan kepada sanak saudara sebagai hadiah saat Idulfitri. Mulai dari pecahan ribuan hingga puluhan ribu.
Tahun ini, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk menggunakan Uang Pecahan Khusus (UPK) Kemerdekaan Rp 75.000.
"Masyarakat kita dorong untuk menggunakan UPK 75 untuk berbagi di Idulfitri tahun 2021," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim, dalam Taklimat Media, Jakarta, Rabu (14/4).
Marlison mengatakan UPK 75 bukan hanya uang koleksi saja. Tetapi juga merupakan alat pembayaran transaksi yang sah.
"UPK 75 tidak hanya koleksi, tapi juga sebagai alat transaksi, juga sebagai THR untuk Lebaran ini," kata dia.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya