Penjualan baju muslim naik 30 persen saat Lebaran
Merdeka.com - Mengenakan busana muslim di hari raya seakan menjadi keharusan dan bahkan sudah menjadi budaya di dalam negeri. Jelang hari raya, biasanya masyarakat berlomba-lomba memburu pakaian di sejumlah pusat perbelanjaan.
Dampak dari aktivitas tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Busharmaidi mengatakan penjualan busana muslim jelang lebaran tahun ini meningkat 30 persen.
"Kita belum punya angka yang pas. Tapi angka sementara 30 persen peningkatannya. Karena ya memang meningkatnya jumlah permintaan," ujar Busharmaidi di Jakarta, Sabtu (18/7).
Untuk di IKM sendiri, lanjutnya, dua komoditas dengan peningkatan penjualan yakni makanan dan fashion. "Kalau IKM itu meningkatnya di sektor pangan dan fesyen, khususnya fesyen muslim. Pas lebaran ada baju baru. Ini kan momen musiman. Momen seperti ini membuat peningkatan pasar," tuturnya.
Khusus disektor fesyen, para perancang busana kerap meningkatkan kreativitasnya guna mengimbangi banyaknya permintaan. Kemudian disektor makanan juga mengalami peningkatan. "Untuk di makanan sendiri selain makanan kering, makanan khas daerah juga mengalami peningkatan permintaan.
"Makanan itu kita pulang kampung kan bawa oleh-oleh. Industri makanan jadi tren juga," pungkasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya