Penjualan aset mandek, pesangon eks karyawan Batavia Air belum cair
Merdeka.com - Proses penjualan aset pasca kepailitan atau bangkrutnya PT Metro Batavia (Batavia Air) masih belum tuntas. Bahkan, penanganan aset oleh kurator sampai saat ini tak kunjung selesai sehingga berdampak pada nasib-nasib eks karyawan Batavia dan kreditur.
Kuasa Hukum Batavia Air, Raden Catur Wibowo mengatakan utang perusahaan sebanyak Rp 150 miliar untuk gaji dan pesangon 3.200 karyawan pun baru dibayarkan Rp 4 miliar. Dirinya menduga proses pemberesan yang dilakukan oleh tim kurator berjalan tidak profesional bahkan mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana penggelapan.
"Tim kurator jangan main-main dengan aset Batavia Air dan segera menjual seluruh aset dan membagikan hasil penjualan ke kreditur khususnya eks karyawan Batavia Air," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/11).
Catur menuturkan, ketika Batavia Air dinyatakan pailit pada 30 Januari 2013 melalui putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Batavia memiliki sekitar 20 pesawat terbang yang masih beroperasi dan laik terbang. Rinciannya, 4 pesawat terbang milik lessor dan 16 pesawat terbang milik Batavia Air yang tidak dijaminkan.
"Apabila pesawat tersebut dijual maka nilainya tidak akan merosot tajam seperti harga jual saat ini sekitar Rp 7,5 miliar per unit pesawat, tapi itupun belum laku," jelas dia.
Setelah penjualan tahap pertama, kini sisa aset tersebut meliputi satu pesawat Boeing 737-400 dengan nilai buku Rp 23,6 miliar, Boeing 737-400 senilai Rp 6,5 miliar, Boeing 737-300 senilai Rp 26,3 miliar. Aset lainnya berupa 5 mesin pesawat, 177 kendaraan, dan simulator senilai Rp 37,7 miliar.
Sebelum dinyatakan pailit, Batavia Air juga pernah melakukan pinjaman kredit dari Bank Mualamat Indonesia sebesar Rp 200 miliar atas jaminan 95 persen suku cadang milik Batavia Air. Namun, sampai saat ini pun suku cadang tersebut hanya dilelang sebesar Rp 4 miliar.
"Mungkin penurunan penjualan suku cadang milik Batavia Air karena banyaknya suku cadang yang hilang dalam pengawasan tim kurator, makanya memakan waktu lama," ungkapnya.
Di samping itu, aset-aset milik Batavia Air juga mengalami penyusutan sekitar 60 persen akibat lama ditelantarkan. Sementara total utang Batavia Air saat pailit mencapai Rp 1,2 triliun.
"Aset perusahaan juga banyak dijual murah oleh pihak kurator. Ini yang menyebabkan pesangon dan gaji eks karyawan masih terkatung-katung," tutup dia. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya