Peningkatan Investor Pasar Modal Harus Diiringi Literasi Sektor Keuangan
Merdeka.com - Selama pandemi Covid-19 konsumsi masyarakat menjadi terbatas karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Akibatnya dana mengendap dalam bentuk simpanan di perbankan meningkat signifikan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki dana lebih yang siap diinvestasikan. Mereka pun mencari berbagai alternatif investasi yang bisa memberikan return lebih.
"Masyarakat kemudian mencari alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi, salah satunya instrumen pasar modal," kata Wimboh dalam Pembukaan HUT Pasar Modal Ke-44, Jakarta, Selasa (10/8).
Di sisi lain, peningkatan yang terjadi di pasar modal diharapkan menjadi pendorong penggerak perekonomian yang sempat terkendala dampak pandemi. Sehingga sektor-sektor perekonomian bisa mendapatkan modal dengan suntikan dana dari masyarakat tersebut.
Upaya tersebut pun harus diiringi dengan membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional melalui pasar modal. Termasuk peningkatan literasi kepada masyarakat yang menjadi investor.
"Harus diiringi dengan peningkatan literasi, mengingat masih banyak investor pemula yang belum memahami risiko berinvestasi di pasar modal," kata dia.
Menggandeng Self-Regulatory Organizations (SROs) dan para pelaku pasar modal, OJK kata Wimboh terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Mengupayakan peningkatan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan. Tujuannya agar investor memiliki pemahaman yang memadai dalam membuat keputusan investasi.
"Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta terus mengupayakan peningkatan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan," kata dia.
Selain itu, OJK telah membangun ekosistem investasi pasar modal yang memberikan perlindungan atas dana investor. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran di pasar modal.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya