Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha Transportasi Girang Bisnis Kembali Ramai Berkat Mudik Tak Lagi Dilarang

Pengusaha Transportasi Girang Bisnis Kembali Ramai Berkat Mudik Tak Lagi Dilarang Terminal Bus Kalideres. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta menyambut baik keputusan pemerintah untuk tidak melarang perayaan mudik Lebaran 2021. Sebagaimana diungkapkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

"Organda memahami dan mendukung keputusan Menhub terkait (membolehkan) mudik," ungkap Ketua Umum Organda Provinsi DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (17/3).

Bos Organda DKI ini bilang, dengan kembali diperbolehkannya ritual mudik Lebaran tahun ini akan menjadi nafas baru bagi bisnis angkutan umum. Mengingat harapan untuk memperbaiki tingkat okupansi penumpang kian terbuka lebar dari aktivitas masyarakat untuk pulang kampung.

"Karena kan kondisi ekonomi kita sudah sangat terpuruk. Jadi, diharapkan pergerakan masyarakat melakukan mudik dapat menjadi semacam nafas baru untuk kenaikan penumpang," bebernya.

Kendati demikian, dia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan terkait untuk tidak abai dalam penerapan protokol kesehatan di berbagai moda angkutan umum. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan virus Covid-19 di antara pemudik.

"Prokes dijalankan juga kan untuk tetap menghidupkan pergerakan ekonomi, untuk kemudian membantu pergerakan ekonomi di daerah-daerah," ucap dia menekankan.

Pemerintah Tak Larang Mudik Tahun ini

larang mudik tahun iniRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah tidak akan melarang masyarakat untuk mudik tahun ini, meski pandemi Covid-19 masih melanda tanah air. Namun demikian, pihaknya akan menyiapkan pelaksanaan mudik yang lebih ketat dan memfokuskan tracing terhadap mereka yang hendak bepergian.

"Untuk mudik 2021, pada prinsipnya pemerintah melalui Kemenhub tidak melarang. Kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas (Covid-19) bahwa mekanisme mudik itu kita atur bersama dengan pengetatan dan tracing terhadap mereka yang mudik," ujar Menhub dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

Menhub melanjutkan, menjelang mudik, dipastikan jumlah angkutan yang melintas mengalami lonjakan. Khusus untuk tahun ini, ada beberapa faktor yang mendasari prediksi tersebut.

Seperti, hadirnya vaksin yang meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian. Kemudian, tes GeNose yang dipasang di stasiun kereta api dengan harga murah juga membuat masyarakat ingin melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, relaksasi pajak PPnBm 0 persen juga turut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli mobil. "Oleh karena itu protokol kesehatan harus terus ditegakkan. Kita juga antisipasi terhadap bencana alam dan kondisi cuaca," ujar Menhub.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP