Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha tolak akuisisi BTN

Pengusaha tolak akuisisi BTN BTN. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kalangan pengusaha menolak akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. Soalnya, pencaplokan itu dinilai akan menghilangkan peran BTN sebagai penyokong pembiayaan perumahan rakyat.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur mengatakan selama ini BTN berperan penting dalam pembangunan perumahan rakyat di daerah. 

"Sebagai pemangku kepentingan khususnya pengusaha perumahan dan terutama pengusaha di luar Jakarta mengaku keberatan dengan akuisisi ini karena pengusaha perumahan 70 persen lebih banyak di luar Jakarta, sementara pengusaha di Jakarta pada umum perumahan kelas menengah," ujarnya saat diskui membahas perihal akuisisi BTN oleh Bank Mandiri, di Jakarta, Rabu (23/4).

Menurut Natsir, seharusnya pemerintah memperbanyak bank khusus. Semisal, bank infrastruktur, bank perumahan, bank pertanian, dan bank industri.

"Selama ini perbankan kita seperti super market, banyak produk tidak fokus, akhirnya bersaing tidak sehat, sementara di China saja, ada beberapa bank yang fokus pada sektor tertentu," ungkapnya.

Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy juga menyatakan keberatan dengan aksi korporasi itu. Saat ini BTN merupakan satu-satunya bank pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di Indonesia.

"Prinsipnya REI keberatan dan menolak akuisisi BTN dengan bank manapun," kata Eddy dalam kesempatan sama.

Menurutnya, akuisisi BTN merupakan langkah mundur pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan rakyat. 

"Belajar dari pengalaman beberapa bank yang diakuisisi, perannya berangsur hilang. Anak usaha pasti harus mengikuti maunya perusahaan induk. REI khawatir hal tersebut juga akan terjadi dengan BTN," ungkapnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP