Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha teknologi informasi keluhkan pelemahan Rupiah

Pengusaha teknologi informasi keluhkan pelemahan Rupiah dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Jumat (7/9). Sempat dibuka menguat, Rupiah melemah ke level Rp 14.890 per USD.

Mengutip data Bloomberg, pagi ini Rupiah dibuka di Rp 14.868 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.893 per USD. Setelah itu, Rupiah terus bergerak melemah dan saat ini berada di Rp 14.890 per USD.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (ATIKNAS), Soegiharto Santoso menyebut, pelemahan Rupiah secara signifikan berdampak bagi pelaku industri. Sebab, pelaku usaha untuk membeli produk teknologi informasi (TI) masih menggunakan dolar AS.

"Sangat sangat berdampak ini bagi pelaku usaha," tegasnya saat ditemui di Jakarta.

Dia tidak menampik bahwa saat ini produk-produk TI masih banyak yang diimpor dari luar negeri yang sebagian besar berasal dari China. Untuk itu, dia meminta pemerintah agar tidak terpaku pada mata uang Negara Paman Sam tersebut.

"Kita selalu diatur transaksi dengan USD. Jangan tergantung dengan mata uang USD," kata Soegiharto.

Pelemahan USD terhadap Rupiah ini pun sebetulnya tidak menjadi persoalan apabila setiap transaksi yang dilakukan importir ke beberapa negara bisa dikonversikan kepada mata uang asal negara tersebut.

"Jadi kita menyiasatinya dengan cara saya mengusulkan misalkan belinya di mana langsung tidak perlu dengan USD dong. Kita tidak bergantung semuanya dengan USD karena kan semua belanja ke negara apapun sudah diatur kan bahwa dengan USD padahal ngapain loh?," jelasnya.

Apabila hal tersebut dapat diterapkan maka akan di sambut gembira oleh beberapa negara lain. "Kalau dengan China misal kita ngomongin itu terus disambut gembira mereka juga senang dong berarti mata uang mereka kan diterima dimana pun transaksi. Indonesia sudah jalanin, akan menarik nanti Malaysia ikut 'oh menarik" artinya ini sesuatu yang menarik," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP