Pengusaha Target Ekspor Mebel dan Kerajinan Tembus USD5 Miliar di 2024
Merdeka.com - Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023 kembali dibuka pada hari ini (9/3) hingga 12 Maret 2023 di Jakarta International Expo (Jiexpo), Kemayoran, Jakarta. Industri furniture dan kerajinan Indonesia diharapkan mampu terus meningkatkan nilai ekspor dan mendorong peningkatan ekonomi nasional.
Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, dalam lima tahun terakhir, ekspor produk furnitur Indonesia terus mengalami peningkatan. Dia menargetkan ekspor mebel dan kerajinan senilai USD 5 miliar di akhir tahun 2024, artinya berdasarkan realisasi ekspor 2021 hingga 2024 dibutuhkan pertumbuhan minimal 13,4 persen per tahun.
"Kita harapkan di dalam pertumbuhannya bisa mencapai janji sama Pak Airlangga (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian). Saya ingat USD5 miliar," ujar Abdul dalam acara Opening Ceremony Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023, Jakarta, Kamis (9/3).
Abdul memperkirakan transaksi saat pameran berlangsung akan mencapai USD 250 juta atau setara dengan Rp 3,8 triliun (kurs Rp 15.435). Sementara transaksi setelah pameran dibidik akan mencapai USD 750 juta atau setara dengan Rp 11,5 triliun.
"Pada IFEX pameran ini nantinya diperkirakan akan terjadi transaksi on the spot sebesar USD 250 juta," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung mengatakan, event ini akan ditargetkan 12.000 pembeli dari 112 negara. Adapun negara asal pembeli yang sudah melakukan registrasi diantaranya dari India, Amerika Serikat, Australia, Prancis, Jepang dan lainya.
"IFEX akan diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai kota di Indonesia. IFEX menempati seluruh area di Jiexpo Kemayoran sebesar 60.000m2. Hal ini menjadikan IFEX pameran furniture dan kerajinan terbesar di Indonesia," kata Daswar.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya