Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha sebut sapi asal NTT belum siap potong diangkut ke Jakarta

Pengusaha sebut sapi asal NTT belum siap potong diangkut ke Jakarta Sapi impor dari Australia tiba. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang menyindir pemerintah dalam mengangkut 500 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Jakarta menggunakan kapal ternak. Menurutnya, sapi-sapi yang dibawa merupakan sapi rakyat yang langka, bukan sapi yang siap dikirim dan dipotong.

"Saya merasa heran, hebat juga ya pemerintah itu kumpulin 500 ekor di tengah lapang kemudian dimasukan ke dalam kapal untuk diberangkatkan. Hebat loh, karena sapi itu kan kebanyakan punya orang dari pada punya perusahaan," kata Sarman di kantor HIPMI, Jakarta, Rabu (24/2).

Dia mengimbau agar pemerintah bisa memperhatikan ketersediaan sapi di Indonesia, khususnya di NTT. Sebab, populasi sapi lokal lebih rendah dari tingkat kelahiran sapi lokal yang hanya mencapai 20 persen. Jika pemerintah tidak memperhatikan ketersediaan sapi ternak, Sarman meyakini gejolak harga sapi akan terus terjadi.

"Ketersediaan sapi lokal sebanyak 14 juta ekor sapi dengan tingkat kelahiran hanya 20 persen. Jika dipaksakan swasembada daging dengan, kebutuhan 3,3 juta ekor sapi lokal dipotong tiap tahunnya maka dalam 5 tahun sapi-sapi kita akan ada di kebun binatang," imbuh Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta ini.

Meski begitu, dia mengapresiasi langkah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, dalam mengumpulkan sapi-sapi dari warga. Bahkan, dengan kapal ternak ini, pemerintah mampu mengurangi biaya transportasi dan mempercepat pengiriman. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP