Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha sebut ada 49 juta UKM belum tersentuh fasilitas perbankan

Pengusaha sebut ada 49 juta UKM belum tersentuh fasilitas perbankan Ilustrasi fintech. © business insider

Merdeka.com - Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) Dian Kurniadi mengatakan pihaknya akan mendorong layanan pembiayaan, seperti peer to peer lending (P2P) dan crowdfunding. Sebab, masih ada 49 juta unit usaha mikro kecil dan menengah yang belum mendapatkan kemudahan mendapatkan pinjaman di perbankan (bankable).

"Masih ada pinjaman dan lainya untuk pembiayaan. Pembiayaan P2P saat ini masih di bawah Rp 150 miliar," kata Dian di Kantor BI Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/9).

Dengan demikian, AFI bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat kebijakan terkait industri fintech.

"Kita sudah tanda tangan elektronik dengan OJK dan Kominfo. Kemudian untuk keamanan data dan memastikan kepastian hukum terkait pinjaman berbasis online," imbuhnya.

Diharapkan, pembayaran online hingga tahun 2020 akan mencapai USD 130 miliar. Hal ini dilihat dari pembayaran online pada tahun 2016 mencapai USD 14,8 miliar, di mana terdapat 120 perusahaan fintech dan yang sudah terdaftar sebagai anggota sebanyak 36.

"Menurut data BI target fintech tahun 2020 USD 130 miliar. Nilai besar ini banyak didorong oleh e-commerce dan marketplace dan usaha fintech lainnya," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP