Pengusaha sawit bantah terlibat pembakaran hutan Riau
Merdeka.com - Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun telah mendapat laporan dari pelaku bisnis minyak sawit (CPO), soal insiden pembakaran lahan yang marak terjadi di Provinsi Riau. Pengusaha meyakini akan ada penurunan produksi bulan ini.
Perusahaan sawit membantah jika disebut-sebut terlibat dalam insiden pemicu kabut asap yang menyengsarakan warga Sumatera itu. Derom menilai, sebelum menuding produsen CPO, otoritas berwenang wajib menelusuri pelakunya. Menurutnya, kondisi di sekitar area kebun sawit Riau berupa lahan gambut secara alamiah mudah terbakar.
"Itu yang harus diselidiki siapa pelakunya, karena di lahan gambut gampang terjadi api, bisa menyebar dari bawah sampai atas. Perkebunan itu juga dalam peraturan sudah tidak boleh lagi membakar," ujarnya saat di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (19/3).
Untuk membuktikan bahwa pengusaha sawit bukan pelaku pembakaran lahan, Derom memaparkan sekarang tak ada lagi ekspansi kebun sawit di Sumatera. Selain ada moratorium yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, industri kini mulai mengalihkan ekspansi ke Kalimantan.
"Sumatera sudah bukan lagi 85 persen pemasok sawit nasional, saya taksir sekarang 75 persen lah."
Sementara dari hitung-hitungan awal, produksi sawit di Sumatera tidak akan mengalami kenaikan normal 10 persen bulan ini. Itu disebabkan kobaran api yang juga merambat ke kebun sawit.
"Sehingga ekspor Maret tidak akan sebanyak Februari," kata Derom
Soal siapa pelakunya, Derom enggan berspekulasi. "Ada yang bilang warga, ada yang bilang cukong, itu tidak bisa dibahas secara singkat."
Untuk triwulan pertama, Dewan Minyak Sawit memperkirakan produksi sebesar 6,3 juta ton. Masih jauh dari target pelaku industri yang berharap produksi mencapai 29,5 juta ton tahun ini.
Derom mengaku industri sawit akan menggenjot produksi pada periode April-Juni. "Komposisi produksi semester satu hanya 46 persen, nanti kelebihannya dari semester kedua," ungkapnya.
Tahun lalu, produksi sawit nasional mencapai 27,7 juta ton. Panen enam bulan pertama tahun ini diperkirakan mencapai 14,7 juta ton, atau 20 persen dari target 2014. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya