Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha Nilai Kehadiran Tol Trans Sumatera Sehatkan Iklim Persaingan

Pengusaha Nilai Kehadiran Tol Trans Sumatera Sehatkan Iklim Persaingan Tol Trans Sumatera. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Bidang Angkutan Orang Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kurnia Lesani Adnan, menyambut baik kehadiran Tol Trans Sumatera. Sebab, tol pertama di pulau Sumatera itu diyakini membuat bisnis angkutan umum darat berdaya saing.

"Jadi, kebetulan saya itu salah satu operator angkutan umum darat di pulau Sumatera. Tol ini menjadikan bisnis angkutan darat lebih siap bersaing atau apple to apple lah ketimbang dahulu kala," ujar dia dalam webinar Jalan Tol Trans Sumatera Membawa Peradaban dan Perilaku Baru, Rabu (25/11).

Kurnia menceritakan, sebelum adanya Tol Trans Sumatera, bisnis angkutan darat di kawasan itu hanya didominasi oleh pelaku usaha tertentu. Khususnya, mereka yang dianggap mempunyai modal kuat.

"Karena butuh biaya mahal untuk ongkos beroperasi melewati jalur yang panjang. Medannya juga kan tidak gampang," jelas dia.

Akan tetapi, dengan hadirnya Tol Trans Sumatera yang menawarkan keseragaman prasarana dan sarana serta jarak tempuh yang lebih singkat diyakini akan menciptakan iklim persaingan usaha yang lebih sehat. "Karena tol ini membawa perubahan dan pergeseran konsep bisnis operator lebih adil, sehingga operator harus mengikuti perubahan," imbuh dia.

Oleh karena itu, pihaknya optimis tol pertama di pulau Sumatera itu akan menjadikan bisnis transportasi darat menjadi lebih berkembang. Mengingat setiap pelaku usaha di sektor transportasi darat mempunyai kesempatan sama dalam menjalankan bisnisnya.

"Jadi, kita sangat antusias dan menyambut gembira. Ke depan ini kita semua (pelaku usaha transportasi) akan ramai sepertinya," tandas Kurnia.

Pembangunan Proyek Tol Trans Sumatera Molor Hingga 2 Tahun Akibat Covid-19

tol trans sumatera molor hingga 2 tahun akibat covid 19Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, proyek Tol Trans Sumatera terancam molor hingga dua tahun. Hal tersebut akibat tekanan yang ditimbulkan pandemi Covid-19 pada BUMN yang menggarap pengerjaan proyek tersebut.

"Untuk Trans Sumatera memang saat ini ada beberapa ruas yang perlu kita selesaikan untuk mendapatkan 11 ruas utama. Diharapkan backbone nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat satu hingga dua tahun. Karena kondisi Covid-19 yang memang memberi tekanan keuangan yang berat pada pengembangnya yaitu Hutama Karya," ujarnya, Rabu (16/9).

Saat ini, proyek Tol Trans Sumatera tetap dilanjutkan dan fokus pada prioritas menyelesaikan 11 ruas utama. Pasalnya, dari beberapa ruas yang sudah terbangun saat ini, memberi dampak positif terhadap arus logistik yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.

"Kita tetap fokus untuk menyelesaikan 11 ruas yang memang sudah jadi komitmen awal. Dan saat ini konektivitas antara Bakauheni sampai Palembang sudah terjadi. Kalau kita lihat traffic penyeberangan dari Jawa ke Sumatera dan kemudian menggunakan logistik darat sampai ke Palembang sudah meningkat signifikan sekali," paparnya.

Berbeda dengan Trans Sumatera, Trans Jawa kini sudah mulai terealisasi penuh. Adapun pengerjaannya sudah akan mencapai titik ujung Jawa Timur yaitu Probolinggo dan Banyuwangi.

"Di berbagai program yang kita jalankan cukup luas dan mencakup berbagai aspek, saya rasa yang cukup signifikan adalah pembangunan 2 tol backbone, Trans Sumatera dan Trans Jawa. Trans Jawa sudah akan terealisasi penuh, saat ini kita sedang menyelesaikan yang di ujung Jawa Timur yaitu antara Probolinggo sampai dengan Banyuwangi, itu yang belum terkoneksi," tandasnya

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP