Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha nilai industri sawit mampu selamatkan RI dari defisit

Pengusaha nilai industri sawit mampu selamatkan RI dari defisit Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia saat ini tengah mengalami defisit neraca perdagangan yang cukup tinggi. Kondisi ini terus berlanjut di tengah kondisi Rupiah yang juga terus terdepresiasi atau melemah terhadap Dolar Amerika karena impor lebih tinggi dibanding ekspor.

Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Joko Supriyono menyatakan sektor perkebunan kelapa sawit dapat menjadi penyelamat perekonomian nasional di tengah tekanan global saat ini, salah satunya menyelamatkan neraca perdagangan nasional dari ancaman defisit yang membengkak.

"Yang dibutuhkan negara ini adalah mendorong industri yang menyerap tenaga kerja tinggi dengan devisa yang tinggi," kata Joko, di Tanjung Pandan, Belitung, Jumat (24/8).

Dia menjelaskan, kelapa sawit merupakan industri yang menghasilkan devisa yang tinggi sekaligus juga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tahun lalu, ekspor minyak sawit tercatat menyumbang devisa USD 22,9 miliar dan menyerap tenaga kerja sedikitnya 6 juta orang.

"Atas keunggulan karakteristik ini, kelapa sawit semestinya didorong untuk terus menerus melakukan kegiatan ekspor. Kita perlu memperkuat peranan industri yang bisa menutup defisit neraca perdagangan ini," imbuhnya.

Namun demikian, kata Joko, pengembangan industri kelapa sawit terhambat maraknya black campaign dari negara-negara maju (Uni Eropa dan Amerika). "Yang patut disayangkan, banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa kampanye negatif sawit itu sebagai fakta. Oleh karena itu, kita harus mengedukasi masyarakat tentang kelapa sawit yang benar," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP