Pengusaha minta Presiden berani naikkan harga BBM
Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi cukup konsisten meminta pemerintah melakukan penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, usulan tersebut tidak direalisasikan oleh pemerintah.
Sofjan ngotot menggolkan usulannya tersebut. Kali ini, dia mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani menaikkan harga BBM bersubsidi. Dia menyatakan subsidi premium telah memberatkan anggaran dan merusak fiskal.
Dalam kacamatanya, bila harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, pengusaha khawatir pertumbuhan ekonomi yang tiga tahun terakhir konsisten berada di atas level 6 persen akan terganggu.
"Kita bisa terganggu subsidi yang terlalu besar, kami merasa betul APBN terganggu dengan subsidi BBM ini. Menurut saya apapun, kami tidak suka naik BBM, tapi untuk kepentingan nasional kami mendukung. Kami mendukung 100 persen harga BBM naik," ujarnya saat membuka Musyawarah Nasional APINDO, di Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).
Dari pandangan pengusaha, subsidi untuk BBM sebaiknya diarahkan untuk pembiayaan infrastruktur. APINDO mengaku, kurangnya kualitas infrastruktur mengganggu aktivitas dunia usaha, terutama di luar Jawa.
"Soal infrastruktur itu kami rasakan dalam pekerjaan sehari-hari. Ini perlu segera kita lakukan," tegas Sofjan.
Alasan lain yang digunakan pengusaha, jika harga BBM bersubsidi tidak segera dinaikkan, akan timbul ketidakpercayaan investor. Dia menyebutkan, banyak pengusaha asing sering bertanya mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM bisa dilakukan. Situasi tidak menentu ini akhirnya mempengaruhi nilai tukar rupiah.
"Kurs sekarang ini terganggu mendekati Rp 10.000, ini yang menurut saya perlu kita jaga. Padahal kita menghadapi momentum begitu bagus. Kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia luar biasa. Makro ekonomi yang jadi kekuatan kita bisa terganggu subsidi yang terlalu besar, kami merasa betul APBN terganggu dengan subsidi ini" paparnya.
Pembukaan Munas APINDO yang akan berlangsung hingga dua hari ke depan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disertai beberapa jajaran kabinet, seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menkopolhukam Djoko Suyanto. Selain itu, hadir pula Gubernur DKI Joko Widodo, dan lebih dari seribu pengusaha dari seluruh Indonesia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya