Pengusaha minta PLN serap produksi batubara RI
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala, meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyerap hasil batu bara sebagai bahan penghasil energi tanpa mempersoalkan masalah harga. Sebab, harga batu bara jauh lebih murah dibanding dengan penggunaan minyak dan gas.
"Harusnya PLN menyerap semua hasil batu bara tanpa mempermasalahkan soal harga, karena nilainya masih di bawah dari minyak dan gas. Jadi, seharusnya pakai batu bara dengan tidak mempertanyakan harga. Karena berapa pun harga batu bara dapat mengurangi kerugian. Karena kerugian dia dari BBM dan gas yang lebih mahal," kata Supriatna di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (1/3).
Supriatna juga menyarankan agar pemerintah tidak melakukan subsidi batu bara, mengingat jumlah pasokan banyak dan harga masih rendah. Menurutnya, lebih baik pemerintah fokus memberikan subsidi pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
"Memang sudah seharusnyalah yang namanya subsidi diberikan ke yang energi baru terbarukan. Jangan disuruh batu bara memberikan subsidi lagi," katanya.
Supriatna menambahkan kurangnya serapan batu bara pada skala nasional mengakibatkan banyak pengusaha batu bara yang mengalami pengurangan produksi hingga mengalami kerugian.
"Jadi harus dibiarkan perusahaan tambang ini hidup. Kalau tidak nggak bisa berusaha, mati semua, nggak bisa menyuplai batu bara nanti," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya