Pengusaha minta menteri tak bisa turunkan harga pangan direshuffle
Merdeka.com - Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Ismed Hasan Putro, mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo harus lebih serius lagi dalam mengatur harga pangan, mengingat menjelang Ramadan harga pangan semakin naik. Terutama peran menteri dalam mengatur harga pangan harus ditingkatkan.
Menurutnya, dengan adanya instruksi harga daging sapi harus mencapai Rp 80.000 menjadi penggerak tersendiri agar para menteri bisa mengupayakan turunnya harga pangan. Jika perlu, menteri yang tidak mampu mengatur harga pangan sebaiknya diganti atau direshuffle.
"Saya kira harga harus dijungkir balikkan, kalau menteri tidak mampu harus direshuffle, itu adalah shock terapi yang baik," kata Ismed di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/6).
Dia mengimbau agar pengaturan harga pangan ini tidak hanya dilakukan saat memasuki Ramadan, namun juga di hari-hari biasa agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi. Sebab, pemerintah masih dihadapi oleh mafia pangan yang membuat harga pangan menjadi bergejolak.
"Presiden harus ambil langkah tegas, apalagi dengan adanya mafia pangan yang memainkan harga dengan alasan stok dibilang kurang, padahal secara data dari Pemerintah (Kementan) stok cukup," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya