Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha Mal: Seumur-umur Baru Kali Ini Listrik PLN Padam Total

Pengusaha Mal: Seumur-umur Baru Kali Ini Listrik PLN Padam Total Mall Kota Kasablanka. ©Liputan6.com/Ayu Lestari

Merdeka.com - Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) mengharapkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk memperbaiki sistem kelistrikan. Hal ini untuk menghindari pemadaman listrik yang terjadi.

"Saya kira sistemnya mesti diperbaikilah. Masa iya sampai bisa jebol total semua begitu kan," ungkap Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan, saat dihubungi Merdeka.com, Senin (5/8).

Dia mengakui bahwa pemadaman listrik seperti yang terjadi kemarin, merupakan pengalaman baru. Sebab juga diikuti dengan terganggunya saluran komunikasi dan transaksi perbankan. "Itu kan seumur-umur baru kali ini PLN begitu," kata dia.

Sebelumnya memang pernah terjadi juga pemadaman listrik PLN. Namun, lanjut Stefanus, dampaknya tidak sebesar yang terjadi kemarin. "Sebelumnya hanya sebagian-sebagian kan. Biasanya kalau ada tempat PLN yang rusak, gardunya meledak atau apa itu kan hanya sebagian, tapi kan telepon, Wi-Fi segala macam nggak mati," ujar dia.

"Ini kan total mati semua. Telepon Telkom saja yang line biasa saja mati tidak ada sinyal," imbuhnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyayangkan insiden pemadaman listrik, yang terjadi pada Minggu (4/8) siang. PT PLN (persero) diharapkan dapat melakukan evaluasi agar insiden serupa tak lagi terulang. "Listrik ini tidak ada alternatif selain PLN. Masalahnya apakah harus terulang kasusnya? Harusnya dengan kemajuan zaman hal-hal begini tidak boleh terjadi," kata dia, saat dihubungi Merdeka.com, Senin (5/8).

Sebagai pemasok listrik, PT PLN seharusnya memiliki rencana alternatif bila terjadi gangguan atau kerusakan pada pembangkit listrik. Dengan demikian, pemadaman listrik tidak berlangsung selama berjam-jam di wilayah padat penduduk. "Listrik ini sangat vital, maka PLN harus evaluasi secara menyeluruh. Harus ada back up teknologinya," ucapnya.

Terkait jumlah kerugian yang akibat pemadaman listrik, dia mengakui kerugian memang dirasakan industri ritel. Salah satunya mesti menambah pengeluaran untuk mengaktifkan genset. Meskipun demikian, Aprindo belum menghitung berapa besar nilai kerugian akibat insiden yang terjadi. Khususnya di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Belum ada data begitu untuk nominal kerugiannya, tapi kami pikir di ritel bisa terkendali karena ada genset ya," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP