Pengusaha: Kasus cacing dalam ikan makarel kaleng berdampak pada PHK karyawan
Merdeka.com - Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) mengungkapkan kasus cacing dalam ikan makarel kaleng telah berdampak luas, salah satunya PHK karyawan karena industri berhenti produksi. Hal ini berpotensi menghancurkan industri yang sudah dirintis sejak tahun 70-an jika kepercayaan masyarakat menghilang.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan yang bisa mengarah pada penghancuran industri pengalengan ikan di Indonesia yang merupakan industri padat karya dan mainstream industri perikanan dunia," ujar Ketua Harian Apiki, Ady Surya, di Jakarta, Senin (2/4).
Pokok masalah yang sebenarnya terjadi, lanjutnya, ialah pada bacth tertentu dari produk ikan kaleng makarel, menjadi berdampak luas dan liar. Seolah-olah seperti sudah terjadi bencana karena makan ikan kaleng. Sebagian perusahaan ritel menurunkan semua produk ikan kaleng baik makarel, sarden, bahkan tuna, dengan alasan desakan petugas dan tidak mau ambil resiko.
"Bahkan di Medan diberitakan pihak ritel grosir memutuskan hubungan bisnis dengan distributor ikan kaleng. Kesannya seolah olah darurat konsumen seperti sudah terjadi korban jiwa karena makan ikan dalam kaleng," tuturnya.
Pihaknya berharap langkah cepat dari pemerintah terutama menko perekonomian dan menko kemaritiman, yang mampu mensinergikan kebijakan lintas lembaga BPOM-KKP-Kemenperin-Kemendag. Hal ini sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak bingung dan mencegah hilangnya kepercayaan kepada produk ikan kaleng buatan dalam negeri.
"Temuan dimaksud hanya pada bacth atau kode produksi makarel kaleng tertentu saja, dan terjadi pada merek tertentu yang diperiksa. Bukan mencakup semua makarel kaleng, apalagi sampai disamaratakan dengan termasuk sarden kaleng, apalagi tuna kaleng."
"Sesuai dengan surat BPOM yang menginformasikan produk yang diuji mengandung cacing anisakis, sesungguhnya hanya untuk produk ikan kaleng jenis makarel yang memang bahan bakunya diimpor dari kawasan perairan Pasific Barat. Sumber bahan baku ikan kaleng makarel sepenuhnya berasal dari impor, karena memang tidak ada di perairan Indonesia. Masalah anisakis tidak termasuk produk sarden dan tuna kaleng," tambahnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya