Pengusaha harap pemerintah Jokowi tak naikkan harga Solar di 2017
Merdeka.com - Ketua bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sammy Hamzah meminta agar pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di tahun 2017. Sebab, naiknya harga Solar bisa berpengaruh pada keberlangsungan bisnis otomotif di Indonesia.
"Harga Solar kalau bisa jangan naik. Supaya penjualan mobil bisa naik lagi. Tapi kalau cari jawaban tengah, harapan dunia usaha apa yang sudah diimplementasikan pemerintah cabut subsidi itu dipertahankan," kata Sammy di Jakarta, Selasa (20/12).
Selain itu, dia juga berharap agar harga minyak dunia tidak naik tinggi akibat adanya keputusan negara-negara produsen minyak OPEC untuk memangkas produksi. Sebab, dengan naiknya harga minyak dunia, maka nantinya akan memengaruhi harga BBM dalam negeri.
"Kita harapkan harga minyak dikisaran USD 50, bahkan di 2017 bisa USD 60-70 per barel," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Direktur PT Pertamina, Ahmad Bambang meminta agar pemerintah bersedia untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di tahun 2017. Mengingat, pada Januari 2017, pemerintah kembali menentukan harga BBM sesuai dengan evaluasi 3 bulanan.
Dia menjelaskan, naiknya harga solar ini dikarenakan perseroannya telah mengalami defisit dalam penjualan solar sejak September 2016. Terlebih lagi, harga minyak dunia diperkirakan akan naik di tahun depan akibat keputusan OPEC memangkas produksi minyak.
"Pemerintah berani tidak naikkan harga mengikuti kenaikan harga minyak. Sejak bulan September sebenarnya solar sudah defisit. Kenapa kami tidak mau naikkan harga, karena kami masih punya untung untuk solar," kata Bambang di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (13/12).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya