Pengusaha Beberkan 3 Keuntungan Vaksinasi Covid-19 Mandiri
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno menyambut baik rencana pemerintah memberikan vaksinasi Covid-19 mandiri oleh perusahaan terhadap karyawannya secara cuma-cuma alias gratis. Sebab, dia mencatat ada tiga keuntungan bagi dunia usaha atas kebijakan itu.
"Kami pengusaha menyambut baik atas rencana pemerintah memberikan vaksin mandiri dengan tiga argumen," ujar dia kepada Merdeka.com, Jumat (22/1).
Pertama, vaksinasi secara mandiri ini dinilai akan mempercepat proses pemulihan kegiatan produksi di perusahaan. "Karena Vaksinasi (mandiri) mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi secara penuh atau tidak dibatasi," terangnya.
Kedua, memberikan rasa aman bersama di lingkungan kerja. Menyusul adanya peningkatan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dalam menangkal paparan virus mematikan asal China itu.
Terakhir, skema ini diyakini akan meningkatkan kesadaran pengusaha sebagai warga negara atas kewajiban meringankan beban pemerintah terkait biaya vaksinasi yang tidak murah.
"Vaksinasi mandiri untuk kewajiban pengusaha sebagai warga negara membantu meringankan beban pemerintah dalam proses vaksinasi," tutupnya.
Vaksin Gratis untuk Karyawan
Sebelumnya, Pemerintah sedang menyusun regulasi dan teknis vaksinasi Covid-19 mandiri yang akan dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menuturkan pemerintah nantinya akan mengatur pembelian vaksin oleh sektor tertentu.
Airlangga mengatakan vaksin tersebut nantinya akan diberikan perusahaan kepada karyawan secara gratis.
"Terkait dengan persiapan untuk akselerasi vaksin di mana akselerasi melalui program mandiri sedang dipersiapkan regulasinya. Karena itu akan mengatur pembelian oleh sektor-sektor industri tertentu, dan itu akan diberikan kepada karyawan secara gratis juga," kata Airlangga di kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/1).
Selanjutnya, pemerintah juga akan mengatur terkait teknis persiapan. Serta sumber vaksin Covid-19 yang diharapkan nantinya berbeda dari vaksin gratis.
"Jadi beberapa hal yang terkait teknis akan dipersiapkan dan itu juga dimintakan agar sumber daripada vaksinnya berbeda dari vaksin yang gratis," ungkap Airlangga.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya