Pengusaha bebas pajak jika omzetnya di bawah Rp 4,8 miliar/tahun

Reporter : Wisnoe Moerti | Jumat, 3 Januari 2014 10:18




Pengusaha bebas pajak jika omzetnya di bawah Rp 4,8 miliar/tahun
Pasar Tanah Abang dibanjiri pengunjung. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menaikkan batasan kena pajak bagi pengusaha kecil dan menengah atau UKM. Jika sebelumnya pengusaha UKM yang diwajibkan membayar pajak adalah pengusaha yang beromzet minimal Rp 600 juta setahun, kini hanya pengusaha yang beromzet Rp 4,8 miliar setahun yang dikenakan PPN. Artinya, semakin banyak pengusaha kecil yang tidak kena pajak.

"Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau menjadi wajib PPN dinaikkan menjadi Rp 4,8 miliar setahun," ujar Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (3/1).

Perubahan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor : 197/PMK.03/2013 yang ditetapkan tanggal 20 Desember 2013 dan mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2014. Sebelumnya, dalam Pasal 3A UU PPN, pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak, kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP dan wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN yang terutang.

Dengan perubahan ini, artinya pengusaha dengan omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar setahun dan memilih menjadi Non PKP, tidak diwajibkan membayar pajak dan menjalankan kewajiban perpajakan yang melekat.

"Peraturan Menteri Keuangan ini diterbitkan dengan maksud untuk mendorong Wajib Pajak dengan omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar setahun lebih banyak berpartisipasi menggunakan Skema Pajak Penghasilan (PPh) Final menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 yang telah berjalan sejak Juli 2013 lalu karena tidak kuatir lagi dengan efek perpajakan PPN-nya," jelasnya.

Dengan naiknya batasan omzet ini, maka pengusaha yang omzetnya tidak lebih dari Rp 4,8 miliar dan memilih untuk menjadi non PKP, tidak diwajibkan membuat Faktur Pajak. Pengusaha kategori ini juga tidak perlu lagi melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN sehingga biaya kepatuhan perpajakan (cost of compliance) menjadi lebih rendah.

Menurutnya, aturan ini akan memudahkan wajib pajak menjalankan kewajiban perpajakannya. "Sehingga, dengan adanya kemudahan ini ditambah kemudahan lain yang telah ada, maka Wajib Pajak akan menjadi lebih patuh dalam menjalankan kewajiban perpajakannya," harapnya.

Baca juga:
Genjot pajak UKM, Kemenkeu gandeng Apindo dan Kadin
Bayar pajak via ATM, Apindo sebut pengusaha diuntungkan
Apindo: Bayar pajak lewat ATM hindari pemerasan ke pengusaha UKM
UKM rajin bayar pajak, 150 Km jalan baru bisa dibangun per tahun
Dirjen Pajak: Pajak UKM bisa dibayar lewat ATM

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Pajak UMKM

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Puluhan ABG perempuan Cianjur dijual mucikari di Jakarta
  • Kapal kargo tenggelam di Perairan Karawang, 15 ABK hilang
  • Polisi selidiki kasus pembunuhan satu keluarga di Jombang
  • Bapak di China bunuh anaknya sebab ngompol
  • Tenaga dokter bedah minim jadi tantangan Jokowi ke depan
  • 16 Polisi tewas selama kawal pemilu
  • PT PP Properti gandeng Telkom terapkan hunian berteknologi
  • Jokowi bilang kerja kerja, KIH malah telat setor anggota fraksi
  • Ogah pilkada langsung, Hong Kong takut calon orang miskin menang
  • Keliling Istana, Ahok kagum keindahan kantor Presiden Jokowi
  • SHOW MORE