Pengumuman capres dan cawapres dinilai tak mampu redam gejolak Rupiah
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali tersungkur ke Rp 14.600 per USD. Tidak hanya Rupiah, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terjun bebas 3,29 persen atau 200,13 poin ke posisi 5.877,04 pada penutupan perdagangan sesi pertama pekan ini.
Melihat data-data tersebut, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang baru dirilis beberapa waktu lalu nampaknya belum berhasil meyakinkan pasar bahwa ekonomi Indonesia membaik. Bahkan, pengumuman pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tak cukup membuat pasar stabil.
"Sekarang ini yang jadi pertanyaan kan begini, kemarin pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan II bagus. Terus sudah juga ada kepastian secara politik pencalonan capres dan cawapres, tetapi kenapa respon pasar kok negatif?," ujar Enny di Tjikini Lima, Jakarta, Senin (13/8).
Kondisi ini kata Enny, berbeda dengan pengumuman calon presiden dan calon wakil presiden pada 2014 lalu. Di mana pasar merespon positif dengan IHSG yang tadinya berada di zona merah merangkak naik ke zona biru. Meskipun kondisi ini hanya berlangsung satu bulan usai pengumuman.
"Kita ingat betul 5 tahun lalu, ketika pendeklarasikan Jokowi ini juga Rupiah bahkan IHSG langung dari zona merah ke zona biru. Tetapi ternyata honeymoonnya tidak lama, honeymoonnya hanya katakanlah satu bulan. Kemudian hal yang sama ini bisa terjadi sekarang, sebaliknya pasar justru merespon negatif," kata Enny.
Enny mengatakan, pemerintah harus mampu menyikapi berbagai kejadian ini dengan bijak seperti menjaga defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Sehingga kondisi pelemahan Rupiah dan juga penurunan laju IHSH tidak terjadi secara permanen.
"Kuncinya adalah di faktor fundamental, kalau faktor itu tetap, tekanan defisit nanti di bulan Juli tetap defisit dan current account kita defisit. Maka itu yang nantinya akan menjawab bahwa depresiasi nilai tukar Rupiah kita apakah temporary atau akan terus berlanjut ke depannya," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya