Pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang diundur, ini penyebabnya
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian mengundur pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang. Keputusan tersebut berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian pada Kamis 14 September 2017 di stasiun Bekasi Timur, stasiun Tambun, stasiun Cibitung dan stasiun Cikarang.
Humas Ditjen Perkeretaapian, Joice mengatakan, berdasarkan uji coba dan peninjauan seluruh fasilitas, stasiun Tambun dan stasiun Cikarang dinyatakan belum siap sepenuhnya untuk dioperasikan. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan aspek keselamatan dan pelayanan.
"Berdasarkan uji coba dan peninjauan seluruh fasilitas stasiun-stasiun yang akan dilintasi oleh KRL lintas Bekasi–Cikarang ini, diperoleh hasil bahwa stasiun Tambun dan stasiun Cikarang memang belum siap sepenuhnya untuk dioperasikan," ujar Joice melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu (16/9).
Beberapa hal yang sedang disiapkan untuk fasilitas penunjang pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang antara lain sound/CCTV, safety line, papan informasi serta pengaturan dan pemisahan alur keluar masuk penumpang di dua stasiun tersebut.
Selain itu, sterilisasi stasiun juga menjadi salah satu pertimbangan diundurnya pengoperasian lintas Bekasi-Cikarang, karena dua stasiun tersebut memang belum sepenuhnya dimodernisasi. "Apabila hal-hal tersebut di atas sudah dapat ditangani, KRL lintas Bekasi–Cikarang dipastikan dapat segera beroperasi pada awal bulan Oktober 2017," jelas Joice.
Dengan melihat besarnya harapan masyarakat, Ditjen Perkeretaapian bersama dengan pihak terkait berusaha mempersingkat waktu penyelesaian penyempurnaan kelengkapan fasilitas pendukung untuk pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya