Pengenaan PPnBM 20 persen ancam investor pabrik ponsel kabur

Reporter : Ahmad Baiquni | Kamis, 10 April 2014 19:30




Pengenaan PPnBM 20 persen ancam investor pabrik ponsel kabur
Pengguna ponsel. © Webcredible.co.uk

Merdeka.com - Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai rencana pemerintah memberlakukan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 20 persen untuk telepon genggam dapat berdampak buruk pada investasi di dalam negeri. Hal itu akan membuat investor mengurungkan niat berinvestasi untuk membangun pabrik ponsel di Tanah Air.

"Dengan dikenakan PPnBM untuk semua produk ponsel, maka investasi lokal yang sudah direncanakan dibangun di Indonesia akan kena dampak. Investor yang mau bangun pabrik di Indonesia bisa mundur," ujar Ketua Umum APSI Hasan Awla dalam konferensi pers di bilangan SCBD, Jakarta, Kamis (10/4).

Hasan mengatakan, saat ini produksi ponsel di Indonesia berjalan dengan begitu sulit lantaran pemerintah membuat diskriminasi dengan memberlakukan bea masuk 5 persen hingga 15 persen untuk impor komponen. Sedangkan, untuk impor ponsel jadi, pemerintah tidak memberlakukan bea masuk.

Berkaca dari hal tersebut, Hasan berpendapat PPnBM justru akan membuat rencana industrialisasi ponsel di Tanah Air semakin sulit terwujud. Hal ini lantaran beban investasi ponsel dalam negeri menjadi berat sehingga membuat investor tidak jadi tertarik.

"Investasi lokal bisa berantakan. Ini dampaknya sangat serius," ungkap dia.

Lebih lanjut, Hasan menambahkan, saat ini telah ada beberapa perusahaan yang telah berinvestasi dengan membangun pabrik pembuatan ponsel di Indonesia. Dia khawatir, dengan PPnBM ini investasi tersebut dapat berhenti di tengah jalan.

"Kami sangat khawatir kalau PPnBM diterapkan maka semua rencana investasi akan berhenti total dan tidak ada yang berani melanjutkan karena kondisi bisnis yang tidak kompetitif," pungkas dia.

Baca juga:
Pajak ponsel pukul industri teknologi dalam negeri
Asosiasi minta pajak barang mewah ponsel ditinjau ulang
Beragam cara Menteri Perindustrian bikin harga HP impor mahal
Gali penerimaan, Ditjen Pajak gandeng BUMN dan BPJS tenaga kerja
Ponsel dikenakan pajak, penyelundupan bakal marak

[bim]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 500 Pil ekstasi stok tahun baru diamankan Polrestabes Bandung
  • Pegawai telat rapat, Wali Kota Tangerang geram dan kunci ruangan
  • Megawati: Kaum perempuan harus berpikir cerdas
  • Dengar kabar anak meninggal, Gede Loka kabur dari bui
  • Rencana penghapusan premium tak masuk dalam RPJMN
  • Bupati Kutai Timur bantah terima Rp 3 M urus tambang Nazar
  • 3 Alasan kenapa makan mentimun bisa sembuhkan kanker
  • Harta Udar kembali disita, kali ini 4 kamar di Aston Hotel Bogor
  • Harga CPO fluktuatif, perusahaan sawit ini incar laba Rp 735 M
  • 3 Dari 12 WNI ditangkap polisi Malaysia masih diperiksa intensif
  • SHOW MORE