Pengembangan pariwisata yang penting follow up, bukan banyak Sail
Merdeka.com - Sektor pariwisata diyakini bisa menjadi penyelamat di tengah perlambatan ekonomi nasional. Karena itu pemerintah diminta fokus pengembangan sektor yang berhubungan dengan pariwisata.
Beragam agenda pariwisata berskala internasional semisal Sail Tomini bisa membawa sentimen positif bagi perekonomian nasional. Sebab akan ada potensi investasi jika pemerintah memanfaatkan celah yang ada. Namun sebaliknya, agenda-agenda pariwisata itu tidak ada artinya jika tak dibarengi langkah tindak lanjut.
"Dari sektor pariwisata, yang terpenting adalah follow up-nya. Bukan hanya sail, sail, dan sail," ujar Ekonom Destry Damayanti di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/9).
Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro menilai selain pariwisata, sektor lain yang menjanjikan adalah makanan dan minuman, serta sektor yang memiliki orientasi pasar. Sebab, kedua sektor tersebut menjadi konsumsi masyarakat.
"Ke depan, untuk menopang pertumbuhan ekonomi kita, maka perlu menopang daya beli masyarakat yang berkaitan dengan konsumsi," ujar Asmoro.
Pemerintah tidak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor komoditas sumber daya alam. Sebab, harga komoditas masih stagnan, bahkan cenderung turun.
"Kemudian, ada sektor pengolahan dan sudah sejak lama ditinggalkan oleh pemerintah. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita meningkatkan industri di sektor pengolahan karena sektor ini akan meningkatkan tenaga kerja," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya