Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengembangan Ekosistem Kunci Keberhasilan Industri Kendaraan Listrik

Pengembangan Ekosistem Kunci Keberhasilan Industri Kendaraan Listrik Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan penjualan atau penguasaan kendaraan listrik. Namun untuk merealisasikannya, dibutuhkan ekosistem pendukung yang kuat.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengungkapkan salah satu tujuan adopsi kendaraan listrik di dunia adalah agar bisa menekan kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius. Untuk bisa mencapainya, maka dibutuhkan kendaraan listrik sebanyak 13,4 persen dari total kendaraan pada 2030, atau kenaikan rata-rata 36 persen per tahun.

"Indonesia sebagai salah satu negara cukup besar dan penjualan kendaraan terus tumbuh dari tahun ke tahun, memang sudah sangat tepat untuk mengintegrasikan target ini," ungkap Fabby dalam webinar "Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia" pada Selasa (23/2).

"Kuncinya adalah membangun ekosistem kendaraan listrik, ini sebagai syarat untuk kendaraan listrik tumbuh di Indonesia," sambungnya.

3 Hal Bangun Ekosistem Mobil Listrik

bangun ekosistem mobil listrikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Adopsi kendaraan listrik ditentukan dengan seberapa cepat Indonesia membangun ekosistemnya. Paling tidak ada tiga hal yang dibutuhkan yaitu infrastruktur pengisian daya, integrasi sistem kelistrikan, dan produksi baterai berkelanjutan.

"Pada akhirnya manfaat dari penurunan emisi gas rumah kaca ditentukan oleh energi apa yang kita pakai untuk mengisi listrik di kendaraan listrik itu. Oleh karena itu integrasi power system dengan energi terbarukan lebih banyak, akan mendorong manfaat dari mitigasi gas rumah kaca, dan juga tidak dilupakan adalah produksi baterai berkelanjutan," jelas Fabby.

Fabby mengungkapkan, produksi baterai menjadi jejak karbon paling tinggi untuk kendaraan listrik. Oleh sebab itu, produksi baterai lebih berkelanjutan, penggunaan sumber energi lebih bersih, dan proses yang lebih hemat energi harus menjadi target.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP