Pengembangan Blok Masela, pemerintah bisa gunakan kajian SKK Migas
Merdeka.com - Rencana pengembangan Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku masih menuai pro dan kontra. Saat ini terdapat dua opsi yang mengemuka terkait kajian pengembangan Blok strategis tersebut, di antaranya skema Onshore LNG (ONLG) dan Floating LNG (FLNG).
Wakil Ketua Komite Tetap Hulu Migas, Kadin, Firlie Ganinduto mengatakan, pemerintah seharusnya bisa memakai rekomendasi kajian pengembangan Blok Masela milik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) seiring percepatan proyek strategis yang berada di Laut Arafuru, Provinsi Maluku itu.
Lembaga pengawas hulu migas ini sebelumnya telah memberi rekomendasi ke pemerintah untuk menyetujui pembangunan infrastruktur LNG Masela melalui floating (FLNG). Hal ini tertuang dalam rekomendasi revisi PoD I Lapangan Abadi, Blok Masela, yang diajukan SKK Migas kepada Menteri ESDM tanggal 10 September 2015.
"Segera diputuskan saja sesuai dengan studi awal dari SKK Migas yaitu FLNG. Mereka melakukan studi bukan hanya sehari dua hari. Saya rasa studi sudah dilakukan secara komprehensif," kata Firlie di Jakarta, Rabu (23/12).
Menurutnya, pemerintah wajib memperhatikan kondisi terkini pelaku usaha hulu migas nasional. Industri hulu migas tengah terpukul dengan melorotnya harga minyak mentah dunia yang kini berada di posisi terendah dalam 11 tahun terakhir. Berangkat dari kondisi ini, pemerintah bisa melakukan intervensi kebijakan dengan mempercepat keputusan kajian pengembangan Blok Masela.
"Kita sekarang ini harus menyelamatkan industri hulu migas. Harga minyak yang rendah ini sudah cukup membuat industri ini menderita. Kita membutuhkan support atau dukungan dari pemerintah agar industri tetap bergairah," kata dia.
Informasi saja, Kementerian ESDM saat ini memilih konsultan independen Poten&Partner dalam menentukan kajian pengembangan Blok Masela. Sebelum akhir tahun nanti, Menteri ESDM Sudirman Said sudah siap mengambil keputusan. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya