Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengembang: Hanya Rumah Subsidi yang Bertahan di Tengah Pandemi

Pengembang: Hanya Rumah Subsidi yang Bertahan di Tengah Pandemi perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok menyebut bahwa sektor properti selama pandemi covid-19 terkontraksi sangat dalam. Hanya segmen rumah subsidi yang masih bertahan hingga saat ini, karena konsumen masih antusias terutama di daerah.

Segmen rumah subsidi masih bertahan karena ada anggaran stimulus Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang sudah dikucurkan sebesar Rp1,5 triliun, sehingga rumah subsidi masih bisa bertahan dan diminati oleh masyarakat.

Kendati begitu, rumah subsidi juga terbatasi karena adanya potensi konsumen yang berkurang sebab pembatasan segmen karyawan kontrak dan nonfix income di-reject/ dibatasi, dan terhambat kendala teknis layanan perbankan, proses akad terhambat karena PSBB.

"Dalam kondisi sekarang ini properti itu mal turun 85 persen karena ada karakter berubah dari pengunjung mal datang hanya untuk tujuan tertentu," kata Paulus dalam diskusi online MarkPlus dengan tema Property Industry Perspective, Jumat (2/10).

Kemudian, okupansi dari hotel sangat drop hingga 90 persen bahkan Bali dikatakan 100 persen rata-rata tidak ada hunian. Sektor perkantoran juga turun sekitar 75 persen dan rumah komersial turun 50-80 persen.

"Bahkan sekarang mulai diikuti oleh rumah sederhana bersubsidi banyak sekali user yang sudah menyetorkan pembayaran, sekarang mereka dirumahkan sebagian besar tidak menerima sellery (Penjualan) untuk merealisasikan perjanjian dia untuk merealisasikan hunian yang dia beli," pungkasnya.

Reporer: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP