Pengelolaan Belum Maksimal, Realisasi Wakaf Uang Hingga Kini Baru Rp800 Miliar
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ventje Rahardjo menilai wakaf uang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional dalam kondisi saat ini. Hanya saja, pengelolaan wakaf uang sejak berlaku pada tahun 2002 masih belum maksimal. Tercermin dari realisasi wakaf uang sampai saat ini baru sekitar Rp800 miliar.
"Realisasi wakaf uang sampai dengan sekarang sekitar Rp800 miliar," kata Ventje dalam Peluncuran Layanan wakaf Uang Danamon Syariah secara virtual, Jakarta, Jumat (5/3).
Dari total tersebut, sekitar Rp600 miliar wakaf uang berupa pembangunan aset fisik (project base). Sedangkan sisanya sekitar Rp200 miliar wakaf uang berupa dana abadi (endowment fund).
"Rp600 miliar melalui project base atau pembangunan aset fisik. Selebihnya Rp200 miliar wakaf uang berbasis indoment fund," kata dia.
Wakaf uang ini kata Ventje masih relatif rendah. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkannya.
"Kita membutuhkan kolaborasi berbagai stakeholder untuk memajukannya dan berinovasi di dalam melakukan pengembangannya," kata dia.
Rekonstruksi Ulang Proses Bisnis
Untuk itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama para pemangku kepentingan akan melakukan melakukan rekonstruksi ulang bisnis proses dari pengelolaan wakaf uang. Agar bisa meningkatkan optimalisasi pengelolaan wakaf uang.
"Badan wakaf dan stakeholder termasuk KNEKS akan re-engineering terhadap bisnis proses untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan wakaf uang," kata dia.
Sisi lain, keterlibatan bank syariah dan unit usaha syariah perbankan juga sangat penting dalam pengelolaan wakaf uang. Pun dengan peran para nazir wakaf uang dan manajer investasi dalam pengelolaan wakaf. Sehingga diharapkan bisa menjadi lebih profesional dan transparan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya