Pengamat: Utang tembus Rp 3.089 triliun, tapi pengangguran meningkat
Merdeka.com - Meski rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dinilai masih aman dan wajar, yakni berada di rasio 27 persen, namun pemerintah diingatkan untuk tidak terlena.
Pengamat Ekonomi, Hardy Hermawan menyebut, besaran utang Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai Rp 3.089 triliun atau setara USD 223,2 miliar. Namun, besarnya utang belum berdampak terhadap pembangunan.
"Utang ya masih aman tapi jangan terlena dengan hal itu. Pengangguran tetap meningkat, kemiskinan meningkat artinya ada masalah dengan pengelolaan dana utang itu," kata Hardy di Jakarta, Sabtu (30/1).
Hardy menilai, rasio utang Indonesia terhadap PDB sudah masuk pada level yang perlu diwaspadai. "Tidak hanya utang swasta yang perlu diwaspadai, tetapi utang pemerintah juga harus diwaspadai," imbuh Hardy.
Oleh sebab itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) disarankan untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila utang masuk dalam rasio yang membahayakan.
"Pemerintah dan BI harus siapkan payung sebelum hujan, hedging baru berlaku tahun 2017, sanksinya hanya teguran dan diumumkan. Ada baiknya BI tetapkan aturan nilai maksimum utang berdasarkan aset yang dimilikinya. Yang ada sekarang gali lobang tutup lobang, bisa default karena kita sudah masuk lampu kuning," tutupnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya