Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: Tren kemerosotan harga minyak untungkan ISIS

Pengamat: Tren kemerosotan harga minyak untungkan ISIS Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat menilai tren kemerosotan harga minyak, saat ini menyentuh USD 35 per barel atau terendah sejak 2007, belum bisa memukul kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Diperkirakan, gerakan terorisme paling berbahaya di dunia saat ini mengantongi fulus dari jualan minyak sebesar sebesar USD 50 juta per bulan.

Presiden Grup Eurasia Ian Bremmer mengatakan tren penurunan harga minyak bakal memuluskan jalan kelompok militan itu mencapai tujuan.

"Dampak terbesar dari penurunan harga minyak adalah delegitimasi monarki teluk. Paradoksnya, tren kemorosotan harga minyak menguntungkan ISIS," katanya seperti diberitakan CNBC, semalam.

Emas hitam telah menjadi sumber pemasukan terpenting bagi ISIS. Makanya, sejak Oktober, tentara Rusia dan koalisi dipimpin Amerika Serikat mengeskalasi serangan ke ladang minyak organisasi dibentuk pada April 2013.

Sayang, penyerangan itu dinilai hanya berdampak kecil terhadap aliran pemasukan ISIS. Sebab, mereka ditengarai masih bebas menjual minyak mentah dan olahan.

"Jika harga minyak merosot, umumnya, harga minyak ISIS di pasar gelap juga ikut turun," kata Senior Vice Presiden The Soufan Group Martin Reardon.

Howard Shatz, Senior Economist Rand Corporation, mengatakan sulit memprediksi pemasukan ISIS dari minyak. Sebab, harga minyak, terutama olahan, berada di wilayah kekuasaannya seringkali berbeda dengan standar dunia.

"Itu karena mereka monopoli atau setidaknya dekat dengan salah satu ladang," kata Shatz said. "Menyusul serangan pada terminal dan tanker minyak, harga minyak dilaporkan meningkat di Raqqa and Deir ez-Zor."

Menurut Thomas Creal, Akuntan Forensik bekerja untuk PBB, ISIS goyah jika penurunan harga minyak saat ini dibarengi dengan penutupan sumber pemasukan lainnya. Meskipun tak ada sumber otoritatif, Creal menyebut ada selusin pendapatan kotor ISIS di luar minyak. Diantaranya, pemerasan, pajak, penjualan aset curian dan lainnya.

IHS, firma konsultasi, mengidentifikasi enam sumber pemasukan utama ISIS: Produksi dan penyelundupan migas, tarik pajak dari aktivitas komersial di teritorinya, penyitaan tanah dan properti.

Kemudian, perdagangan obat dan barang antik, aktivitas kriminal semacam perampokan bank, dan perusahaan sendiri bergerak di bidang transportasi dan real estate.

Estimasi IHS, setengah pemasukan ISIS berasal dari pajak dan barang sitaan. Sementara minyak sumbang 43 persen.

Total, mendekati akhir 2015, ISIS mengantongi pendapatan sebesar USD 80 juta per bulan. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP