Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: Tak ada gunanya Indonesia masuk OPEC

Pengamat: Tak ada gunanya Indonesia masuk OPEC Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Indonesia resmi membekukan status keanggotaannya dari negara-negara pengekspor minyak atau OPEC. Keputusan tersebut diambil dalam sidang ke 171 OPEC di Wina, Austria, Rabu (30/11).

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada, Fachmi Radhi menilai, keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sudah tepat dan strategis. Menurutnya, sudah sedari dulu saat Sudirman Said masih menjabat sebagai Menteri ESDM Indonesia seharusnya tidak memutuskan kembali kepangkuan OPEC.

"Saya kira keputusan Sudirman Said untuk masuk kembali ke OPEC itu keputusan salah. Karena kita bukan lagi pengekspor. Kita ini sudah jadi net importir. Nggak tau lah tujuannya apa. Keputusan Jonan sangat tepat dan strategis," ujarnya kepada merdeka.com saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/12).

Dikatakan Fachmi, saat ini sudah tidak ada lagi kepentingan Indonesia untuk tetap berada di OPEC. Jika ingin mendapat minyak murah, kata dia, Indonesia bisa melakukan kerja sama bilateral dengan negara penghasil minyak lainnya.

"Tidak ada gunanya lagi masuk OPEC. Tidak ada urgency. Kalau alasannya untuk dapat minyak murah seharusnya tidak masuk OPEC. Bisa dilakukan secara bilateral," kata dia.

Selain itu, pembekuan Indonesia dari OPEC dinilai tidak akan merugikan, kecuali negara-negara penghasil minyak besar lainnya. Dia berharap agar Indonesia untuk tidak kembali ke OPEC selamanya.

"Tidak ada ruginya kecuali untuk Arab Saudi, Irak sama Iran. Kalau bisa (Indonesia) keluar (OPEC) selamanya," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP