Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: Strategi GO-JEK libas Blue Bird harus diterapkan di UKM

Pengamat: Strategi GO-JEK libas Blue Bird harus diterapkan di UKM Go-Jek. ©2015 merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Pengamat Kewirausahaan Jimmy M. Rifai memuji perkembangan pesat bisnis digitalisasi di Indonesia. Salah satunya adalah perkembangan transportasi daring seperti GO-JEK.

Menurutnya, dalam waktu singkat GO-JEK mampu mendobrak dominasi pemain-pemain besar dalam bisnis transportasi.

"Nadiem (pendiri GO-JEK) mengumpulkan modal Rp 5 miliar untuk membangun GO-JEK. Setelah 4 tahun, GO-JEK sekarang sudah bernilai Rp 13 triliun," ujar Jimmy di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (2/3).

"Nilai aset GO-JEK enggak berbeda jauh dengan Blue Bird. Bedanya, Blue Bird itu dibangun bertahun-tahun, sedangkan GO-JEK hanya dibangun dalam waktu singkat," tambahnya.

Perkembangan GO-JEK dinilai sebagai contoh pencapaian yang sangat baik. "Perusahaan Indonesia meningkat value dengan cepat. Tidak hanya keuntungan yang terus meningkat tetapi nilai perusahaannya juga," ucapnya.

Oleh karena itu, Jimmy meminta pemerintah bisa melihat peluang-peluang tersebut untuk bisa diaplikasikan ke Usaha Kecil Menengah (UKM) lainnya terutama untuk UKM di sektor e-commerce.

"Ini penting karena peluang bagi UKM. Bayangin, GO-JEK bisa melawan perusahaan besar, seperti Blue Bird. Blue Bird sudah puluhan tahun, tapi kok bisa diganggu sama 'anak ingusan' sih," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP