Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat soal Erick Thohir Tutup 7 BUMN: Ciptakan Daya Saing dan Produktivitas

Pengamat soal Erick Thohir Tutup 7 BUMN: Ciptakan Daya Saing dan Produktivitas gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Menteri BUMN, Erick Thohir berencana akan membubarkan tujuh perusahaan pelat merah. Tujuannya sebagai antisipasi perubahan model bisnis saat masa covid-19 dan pasca Covid-19.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto menilai rencana penutupan 7 BUMN merupakan langkah yang tepat. Sebab, 7 BUMN itu memang sudah berhenti beroperasi.

"Penutupan 7 BUMN ini sudah direncanakan sejak era Menteri BUMN Rini Sumarno. Sebagian dari 7 BUMN ini bahkan sudah berhenti beroperasi sejak beberapa tahun lalu, seperti Merpati Nusantara Airlines , Kertas Kraft Aceh," kata Toto kepada Liputan6.com, Jumat (24/9/2021).

Di sisi lain, menurutnya sebagian BUMN lainnya sudah dalam kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), seperti PT Industri Sandang Nusantara.

"Jadi prinsipnya BUMN yang produk atau jasanya sudah sunset (banyak produk substitusi dari kompetitor) dan kondisi kesehatan sudah buruk (merugi) maka opsi likuidasi sangat terbuka," ujarnya.

Dia berharap, dengan dilakukannya penutupan beberapa BUMN bisa menciptakan daya saing dan produktivitas yang lebih kuat jika BUMN-nya sedikit, sehingga pengelolaannya bisa lebih baik.

"Ke depan Indonesia akan punya lebih sedikit BUMN tapi mereka memiliki daya saing dan produktivitas yang lebih kuat," tegasnya.

Tujuh perusahaan yang akan dibubarkan Menteri Erick di antaranya;

1. PT Industri Gelas (Persero)

2. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

3. PT Kertas Leces (Persero)

4. PT Istaka Karya (Persero)

5. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

6. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

7. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero).

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP