Pengamat sebut pertumbuhan ekonomi RI stabil, bahkan terbaik ke 4 di Asia
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), beberapa waktu lalu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat tumbuh tinggi seperti negara-negara lain. Padahal, beberapa indikator ekonomi makro menunjukkan angka-angka yang cukup baik.
Menanggapi hal tersebut, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih mengaku tidak setuju dengan pernyataan Wapres JK. "Saya tidak setuju (pernyataan itu). Tidak tertinggal lah," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (6/1).
Dia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menempati urutan keempat setelah India, China, Filipina. Sehingga, tidak tepat jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dibanding negara lain.
"Kita masih lebih baik dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Singapura mulai tumbuh. Saya tidak melihat jelek. Kalau di Asia kita empat besar setelah India, China, Filipina," ujarnya.
Sebelumnya, Wapres JK menilai salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi belum tumbuh tinggi disinyalir adalah faktor eksternal yang selalu menimbulkan kekhawatiran. Meskipun tidak secara langsung memberikan dampak kepada Indonesia.
"Memang, banyak kekhawatiran ekonomi dunia. Tentu penuh dengan masalah, Timur Tengah, tambah lagi Iran yang mulai tidak puas terhadap pemerintah. Di Irak agak lebih menghangat lagi. Tapi semuanya itu ekonomi kita tidak terpengaruh karena kita mempunyai pasar yang cukup besar walaupun ekspor kita apabila ada masalah bisa terpengaruh," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya