Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat sebut isi ulang uang elektronik tak perlu kena biaya

Pengamat sebut isi ulang uang elektronik tak perlu kena biaya Ahok resmikan e-money parkir meter. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pakar Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Agus T Poputra mengatakan uang elektronik atau e-money tidak perlu dikenakan biaya administrasi. Sebab, uang elektronik ini merupakan salah satu investasi yang menguntungkan untuk perbankan.

"Untuk melaksanakan e-money, memang perbankan harus menyediakan dana investasi untuk perangkat dan maintenance serta sumber daya manusia dalam menanganinya. Namun jika bank lebih bijak, biaya tersebut tidak perlu dibebankan kepada pengguna," kata Agus dikutip Antara Manado, Senin (18/9).

Menurutnya, bank memperoleh dana mengendap sementara di perbankan, sehingga beban uang elektronik dapat dikompensasi. Selain itu, e-money juga dapat menjadi alat promosi bagi bank sehingga dikompensasi dengan biaya promosi bank.

Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Lukman Hakim mengatakan sampai saat ini Bank Indonesia belum mengeluarkan kebijakan soal pengenaan biaya pada setiap kali top up uang elektronik.

"Saat ini kemungkinan masih dalam proses, apakah akan dikenakan biaya pada E-money atau tidak," kata Lukman.

Pihak perbankan, katanya, memang memerlukan biaya dalam perawatan maupun peralatan dalam mendukung e-money tersebut. Namun, katanya, BI akan berupaya agar kebijakan yang nantinya akan keluar, harus tetap mendukung program gerakan nasional nontunai. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP