Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat sebut harga minyak industri USD 60 per barel masih ideal

Pengamat sebut harga minyak industri USD 60 per barel masih ideal Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Mantan Gubernur Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Contries/OPEC) untuk Indonesia, Widhyawan Prawiraatmaja mengungkapkan harga minyak untuk industri hulu dan hilir di Indonesia di kisaran USD 50 hingga USD 60 per barel masih ideal.

"Saya rasa USD 50- USD 60 sudah cukup, karena kalau tinggi dari itu yang berat BBM dan kita net impor terbesar," kata Widhyawan dalam diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (15/1).

Menurutnya, hal ini dikarenakan berdasarkan perhitungan jika biaya untuk kegiatan produksi minyak dapat ditekan, maka biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi minyak per barel hanya sekitar USD 25.

"Kalau harga terlalu tinggi bebannya akan berat. Apalagi karena yang lebih berat pasti inflasinery akan naik bukan hanya menaikkan itu saja kalau itu naik akan berakibat inflasi. Kalau itu yang terjadi. Kalau bisa harga USD 50-60 itu ideal buat kita, menentukan harga sih," imbuhnya.

Di lain sisi, terkait kenaikan kenaikan harga minyak dunia yang berada di kisaran USD 60 per barel salah satunya disebabkan adanya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Sayangnya, sebagian negara OPEC ikut terlibat sehingga memengaruhi harga minyak dunia.

"Walaupun di dalam OPEC tidak terasa tetapi otomatis beberapa negara ini mengalami konflik, apakah di Yaman, Suriah dan sebagainya. Dengan kondisi itu Geopolitik tidak bisa dilepaskan, kondisi yang seperti ini masih ada terus, sampai kondisinya tidak berubah, Rusia juga terlibat dalam konflik ini, saya rasa tidak bisa dihindarilah," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP