Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat ini kritik cara pemerintah atasi kemiskinan di Indonesia

Pengamat ini kritik cara pemerintah atasi kemiskinan di Indonesia Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pengamat Sosial dari Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi mengkritik cara pemerintah Jokowi-JK dalam mengatasi kemiskinan dalam negeri. Menurutnya, pemerintah selama ini hanya fokus pada faktor ekonomi saja. Padahal, sosial dan budaya seharusnya juga menjadi faktor pendukung upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan itu sendiri.

"Pemerintah perlu memberi dukungan lebih dari kebijakan. Soal aspek ekonomi, program yang menyentuh masyarakat miskin tak selalu berjalan baik, memang faktor ekonomi memang harus," kata yogi kepada wartawan dalam diskusi Forum Berbagi info (FBI) di Jakarta, Senin (1/3).

Meski demikian, faktor budaya serta sosial bisa mempengaruhi efektivitas pengentasan kemiskinan. Dia mencontohkan, selama ini di berbagai survei membuat indikator masyarakat miskin dengan rokok, padahal aspek itu berlatar belakang sosial dan budaya.

"Misal indikator kemiskinan di suatu kota, salah satu indikatornya adalah perokok. Ada survei masyarakat miskin katanya habis uang karena merokok. Ini karena budaya sosialnya merokok," tuturnya.

Selama ini, pemerintah hanya mengandalkan pengentasan kemiskinan melalui infrastruktur serta beberapa faktor strategis lainnya. Pemerintah Jokowi-JK melupakan cara pengentasan kemiskinan melalui faktor sosial dan budaya.

"Sebetulnya akselerasi menyelesaikan kemiskinan selalu dari infrastruktur dan lain lain. Padahal kalau lihat di Eropa, mereka masyarakat dilatih budaya mengentaskan prinsip personal sehingga lebih disiplin. Ke depan pemerintah harus pikirkan anggaran di aspek budaya," katanya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP