Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penerima Subsidi Gaji Menyusut 3,3 Juta, Negara Hemat Rp7,3 Triliun

Penerima Subsidi Gaji Menyusut 3,3 Juta, Negara Hemat Rp7,3 Triliun Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa target penerima bantuan subsidi gaji telah mengalami penyesuaian. Semula yakni sebanyak 15,7 juta orang kini menjadi hanya sebanyak 12,4 juta penerima.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan penyesuaian itu dilakukan setelah ada verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan yang sesuai dengan kriteria penerima Kemnaker.

"Jumlahnya dari semula 15 juta ternyata yang memenuhi syarat 12,04 juta," kata dia, saat rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, secara virtual di Jakarta, Rabu (25/11).

Dia menambahkan, dengan adanya penyesuaian target penerima maka anggaran atau alokasi untuk bantuan subsidi gaji juga mengalami perubahan. Sebelumnya mencapai Rp37 triliun, menjadi hanya Rp29,7 triliun.

"Sehingga anggarannya berkurang karena targetnya berkurang," ujarnya.

Dia memastikan, untuk sisa dana yang mengendap di rekening bank penyalur sampai dengan akhir tahun, akan dikembalikan ke rekening kas negara.

Menaker Lapor Subsidi Gaji Gelombang 2 Tahap II Telah Cair untuk 5,9 Juta Pekerja

subsidi gaji gelombang 2 tahap ii telah cair untuk 59 juta pekerja rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, membeberkan progres pencairan bantuan subsidi upah (BSU) gelombang 2. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebutkan, bantuan subsidi upah gelombang 2 sudah cair ke 5,9 juta rekening per 23 November 2020.

Angka tersebut sama dengan 53,63 persen dari total target penerima bantuan sebesar 11 juta penerima di tahap 2. "Anggaran yang sudah tersalurkan sebesar Rp7,1 triliun dari total anggaran sebesar Rp13,2 triliun," ujar Menteri Ida dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/11).

Pencairan BSU tersebut dibagi ke dalam 6 batch. Hingga 23 November, penyaluran subsidi gelombang 2 sudah memasuki batch 4.

Batch 1 penyalurannya mencapai 99,9 persen. Batch 2 mencapai 65,47 persen, batch 3 mencapai 41,81 persen dan batch 4 mencapai 24,28 persen.

Tercatat, masih ada 3.016 orang di 4 batch tersebut yang masih belum mendapat bantuan pemerintah. Sisanya, batch 5 dan batch 6 akan segera diproses oleh Kemenaker.

"Ini masih dalam proses realisasi penyaluran dari bank penyalur, bank Himbara, ke penerima program," ujar Ida.

Sementara itu untuk penyaluran BSU tahap 1 sudah mencapai 98,78 persen. Masih ada 151.000 orang yang belum menerima bantuan. Menteri Ida menyampaikan beberapa kendala pencairan BSU tersebut.

"Adanya rekening yang bermasalah, duplikasi, sudah tutup, tidak valid, pasif, dibekukan, tidak sesuai dengan NIK. Lalu, data yang dikirim BPJS Ketenagakerjaan juga tidak lengkap," ujarnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP