Penerbitan SBN akan menyokong penguatan Rupiah
Merdeka.com - Selain komitmen Bank Indonesia untuk terus mengawal nilai tukar Rupiah, rencana pemerintah yang bakal kembali menggelar lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk pada Selasa (30/10) diprediksi akan menyokong penguatan Rupiah pada perdagangan hari ini Senin (29/10) di level Rp 9.600 - Rp 9.630 per USD.
Lelang yang akan menawarkan empat seri lama (reopening) sukuk berbasis proyek (project based sukuk), serta satu seri baru (new issuance) SPN-S mempunyai target indikatif lelang sekitar Rp 500 miliar.
Seri PBS001 (reopening) bertenor enam tahun ditawarkan dengan imbalan 4,45 persen. Seri PBS 002 yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 menawarkan imbalan 5,45 persen. Seri PBS 003 (reopening) yang akan jatuh tempo 15 Januari 2027 ditawarkan dengan imbalan 6 persen. Sedang, PBS 004 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 menawarkan imbalan 6,10 persen.
"Hingga kini, total penerbitan surat berharga negara (SBN) oleh pemerintah telah mencapai 90,3 persen dari target penerbitan gross yang sekitar Rp 270 triliun," kata analis pasar uang Rahadyo Anggoro Widagdo kepada merdeka.com, Senin (29/10).
Sebelumnya, Rupiah menguat tipis sebesar 0,12 persen ke level Rp 9.610 - Rp 9.620 pada perdagangan Kamis lalu (25/10). Penguatan ini lagi-lagi disebabkan kebijakan intervensi BI yang tetap menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah kendati permintaan terhadap USD cukup besar seiring kebutuhan pengusaha untuk melunasi utang luar negeri serta membayar dividen ke investor asing.
Faktor eksternal yang menjadikan Rupiah tidak terlalu bergejolak berasal dari Eropa, di mana pemerintah Spanyol belum mengajukan permohonan bailout ke Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengatasi permasalahan utang. Indikasi untuk meminta bantuan terhadap ECB sudah tercium dan memberikan sentimen positif terhadap penguatan Rupiah. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya