Penerbitan Protokol Kesehatan Industri Pariwisata Tunggu Restu Kemenkes
Merdeka.com - Pemerintah terus berbenah memasuki masa kenormalan baru (new normal). Sektor pariwisata mulai dipersiapkan untuk kembali dibuka. Sebab, sektor ini yang pertama kolaps sejak munculnya virus corona.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu, mengatakan saat ini pemerintah tengah menggodok protokol kesehatan bagi sektor pariwisata.
"Kita sedang membahas dan draftnya sudah ada di Kementerian Kesehatan untuk nantinya dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Odo dalam Konferensi Pers Virtual Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (12/6).
Odo menjelaskan, draft protokol kesehatan tersebut bukan hanya digagas oleh Kementerian Pariwisata dan pihak terkait. Didalamnya pun terdapat berbagai usulan dari asosiasi pengusaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
Protokol Kesehatan Diharap Kembalikan Kepercayaan Turis
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLewat protokol kesehatan sektor pariwisata ini nantinya akan memudahkan kementerian atau lembaga. Salah satunya bisa menimbulkan kepercayaan turis untuk datang ke destinasi wisata tersebut. "Kalau ini dijalankan, bisa menimbulkan kepercayaan dan ini akan meningkatkan kedatangan turis," kata Odo.
Maka, jika protokol kesehatan ini terbit, semua pihak terutama pelaku usaha industri pariwisata harus menerapkannya. Hal ini juga akan bermanfaat bagi semua pihak, bukan hanya pemerintah.
"Saya kira perubahan ini bukan hanya keinginan pemerintah, tapi juga warga yang ingin melakukannya," kata Odo.
Lagi pula lanjut dia, penerapan protokol kesehatan yang dibuat bukan sesuatu yang perlu diperhatikan. Tak akan jauh dari penggunaan masker, menjaga jarak aman, tidak berkerumun dan meningkatkan kebersihan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya