Pencurian ikan, Susi duga separuh ABK Indonesia korban perdagangan
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencatat ratusan ribu pekerja kapal asal Indonesia terlibat pencurian ikan. Dugaannya, sekitar separuh di antaranya merupakan pekerja korban perdagangan manusia.
"Sebetulnya di dalam dunia illegal fishing ada 700 ribu anak buah kapal. Nah, yang dikhawatirkan oleh kami 50 persen ABK Indonesia diperdagangkan," kata Susi saat ASEAN Conference on Human Trafficking and Forced Labor in Fishing Industry, di Jakarta, Senin (15/8).
Menurutnya, penduduk Indonesia rawan menjadi korban perdagangan manusia. Mengingat, kepolosan karakter yang dimiliki mayoritas masyarakat Indonesia.
"Kita menyadari karakter bangsa kita yang sangat baik, sangat penurut itu sangat rentan disukai dan diminati dalam hal perbudakan. Karena gampang sekali kita masuk dalam sindikat-sindikat rekrutmen tersebut," kata Susi dalam konferensi bikinan kementeriannya bersama International dan Kepolisian RI.
Susi menilai, pencurian ikan telah menjadi pembuka segala kejahatan. Seperti, perbudakan, penyelundupan, pencucian uang, dan lainnya.
"Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing telah terbukti menjadi pintu masuk kejahatan perikanan dan terkait perikanan. Seperti tindak pidana perdagangan orang, penyelundupan, perdagangan obat-obat terlarang, flora dan fauna yang dilindungi, barang-barang impor ilegal, tindah pidana pencucian uang, pemalsuan dokumen dan korupsi."
"Diharapkan pertemuan ini bisa memberi masukan dalam menanggulangi tantangan-tantangan yang disebabkan oleh praktik IUU Fishing."
Asean, katanya, menyumbang 20,7 persen dari total tangkapan ikan di dunia. Namun, pencapaian tersebut juga melibatkan praktik penangkapan ikan berlebihan (overfishing) dan kerusakan alam.
"Tak jarang para pelaku usaha mengeksploitasi korban-korban perdagangan orang untuk melancarkan usaha perikanan ilegalnya."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya