Pencopotan Arcandra tak pengaruhi pergerakan pasar keuangan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi memberhentikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pada Senin (15/8) malam di Istana Negara. Arcandra diberhentikan karena tersandung dugaan status dua kewarganegaraan yaitu Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Amerika Serikat (AS).
Memang sebelum dilantik menjadi menteri pada 27 Juli 2016, Arcandra tinggal dan meniti karier di Negeri Paman Sam selama 20 tahun. Padahal, pasar keuangan merespon positif dan para investor menaruh harapan terhadap kehadiran Arcandra.
"Masuknya Pak Chandra direspon positif oleh investor, harga saham sektor energi juga positif. Mereka (para investor) melihat sosok Arcandra memiliki pengalaman dan makan asam garam di luar negeri bidang energi," ujar Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada. ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (16/8).
Meski demikian, Reza mengatakan saat ini pasar keuangan cenderung stabil, hal ini bukan lantaran pencopotan Arcandra. Ini disebabkan secara fundamental pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) memang telah rebound setelah beberapa hari belakangan bergerak di zona merah.
"Karena Pak Chandra baru sekitar 20 hari menjabat jadi belum banyak kebijakan yang terlihat dan berpengaruh langsung ke pergerakan market terutama saham yang berkaitan dengan energi," pungkasnya.
Sebelumnya, pencopotan Arcandra resmi diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (15/8) malam. Pencopotan tersebut diduga karena adanya polemik kewarganegaraan ganda.
"Menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik terkait dengan status kewarganegaraan Menteri ESDM saudara Arcandra Tahar, dan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi sebagai menteri ESDM," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya