Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penanganan Covid-19 Lebih Penting Dibanding Meributkan Istilah PPKM

Penanganan Covid-19 Lebih Penting Dibanding Meributkan Istilah PPKM antisipasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Baru-baru ini, pemerintah mengganti istilah kebijakan PPKM darurat menjadi PPKM level 4. Terdapat juga kriteria PPKM level 1, 2 dan 3 yang didasarkan pada kondisi penyebaran virus tiap daerah. Hal ini menuai komentar dari berbagai pihak. Banyak yang menilai pemerintah terlalu sering mengganti istilah kebijakan penanganan Covid-19, namun penanganannya masih sama saja.

Menanggapi hal ini, pengamat kebijakan publik Yanuar Nugroho mengatakan, kebijakan pemerintah harus dapat dipahami publik apapun itu istilah kebijakan yang digunakan.

"Saya tidak mau meributkan itu. Menurut saya, pesannya harus tunggal. Ini wabah gampang menular, karena itu kesehatan nomor satu, pesannya tunggal. Jangan ributkan istilah," kata Yanuar dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7).

Yanur melanjutkan, komunikasi kebijakan pemerintah di masa krisis harus membangun persepsi risiko yang baik terhadap publik, yaitu bagaimana publik bisa memahami risiko yang ditimbulkan jika melanggar kebijakan pemerintah, dan sebaliknya. "Karena pada akhirnya kan yang menghadapi dia (masyarakat), yang tertular dia, yang sakit dia, jadi harus paham," katanya.

Kebijakan tersebut juga harus dikomunikasikan dengan jelas, tidak boleh ambigu, mendua atau membingungkan.

"Kalau diminta jangan mobilitas, lakukan pengetatan, jangan interaksi, tapi mal buka, pasar buka, itu mixed message. Tidak boleh ada. Tidak bisa pemerintah katakan pandemi ini bahaya, jaga jarak, tapi pasar buka, mal buka, office buka. Itu mengirim mixed message," katanya.

Daripada meributkan istilah, lebih baik penanganan Covid-19 dimaksimalkan kembali. "Yang penting naikkan tracing, testing, perkuat treatment, turunkan positivity rate, percepat vaksinasi. Kebijakan publik itu mesti jelas, lugas, tegas," katanya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP