Penaikan harga beras jadi motor hambat deflasi Februari 2015
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Februari 2015 terjadi deflasi 0,36 persen. Ini melanjutkan tren penurunan harga barang sudah tercetak pada bulan sebelumnya.
Dengan demikian, deflasi tahun kalender (Januari-Februari) sebesar 0,61 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo menilai seharusnya deflasi februari bisa lebih tinggi. Namun, tertahan oleh penaikan harga beras terus berlanjut, menyumbang inflasi 0,11 persen.
Selain itu, ada juga penaikan tarif listrik, tarif angkutan udara, sewa rumah, dan harga emas. Namun, sumbangan inflasi lebih kecil ketimbang beras.
"Inflasi listrik 0,05 persen, Angkutan udara 0,04 persen, Sewa rumah dan emas juga mengalami inflasi sebesar 0,02 persen," katanya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (2/3).
Adapun penyumbang deflasi terbesar pada Februari adalah penurunan harga cabai merah dan bensin premium.
"Andil cabe merah sebesar 0,28 persen terhadap deflasi, sedangkan premium 0,28 persen."
Di luar itu, ada cabe rawit menyumbang deflasi 0,09 persen. Kemudian tarif angkutan kota 0,04 persen.
"Harga daging ayam ras juga mengalami penurunan dan memberikan andil 0,03 persen. Telur ayam andil 0,02 persen karena daging ayam turun," kata dia.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya