Pemprov Jatim klaim pasokan pangan aman selama Lebaran 2017
Merdeka.com - Pemprov Jawa Timur memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok aman selama Ramadhan dan Idul Fitri 2017 nanti. Bahkan, harga kebutuhan masyarakat juga dijamin tetap stabil.
Hal ini diungkap Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai mengikuti video conference di Gedung Rupatama Polda Jawa Timur, Rabu (3/5). Di acara ini, Gus Ipul didampingi Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin dan Wakapolda Brigjen Pol Gatot Subroto serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Jawa Timur.
Sementata video conference yang digelar di Ruang Pusdalsis Soop Ro Ops Mabes Polri, dipimpin oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan diikuti oleh Dirut Bulog serta Ketua KPPU Syarkawi Rauf.
"Jadi sesuai arahan kapolri melalui kegiatan ini, akan segera dibentuk Satgas Pangan di tingkat Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari Polda Jatim, Pemprov, Bulog serta KPPU untuk melakukan pengawasan terkait distribusi barang kebutuhan pokok," terang Gus Ipul.
Kebutuhan pokok yang dalam kondisi aman itu ada 11 komoditi barang, yaitu beras, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, cabai merah kriting, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng dan terigu. "Khusus untuk bawang putih dan kedelai masih diimpor," katanya.
Sedang untuk komoditi utama, yaitu beras, hingga Juni 2017 akan surplus hingga 732.000 dengan nilai produksi (sesuai luas tanam-panen) mencapai 1 juta ton. Sementara tingkat konsumsi masyarakat Jawa Timur hanya 297.243 ton beras.
"Sehingga Jawa Timur dapat mensuplai beras ke wilayah Indonesia Timur. Dan pada kondisi akhir April kemarin, ada 531 ton beras berada di 364 Gudang Bulog yang tersebar di Jawa Timur," katanya.
Gus Ipul menegaskan stok 11 komoditi juga dalam keadaan aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sehingga, memberikan dampak kestabilan harga terhadap barang kebutuhan pokok.
"Hanya pada komoditi bawang putih mengalami kenaikan harga hingga 2 Mei mencapai Rp 46.888 per kilogram. Karena telah mencapai masa panen di negara asal, maka diprediksi harganya akan segera mulai menurun," tegasnya.
Meski menyatakan harga sejumlah bahan pokok aman, Pemprov Jatim juga menyiapkan beberapa strategi pemenuhan barang kebutuhan bagi masyarakat. Strategi yang disiapkan itu antara lain pemantauan perkembangan harga melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembagan Harga Barang Pokok (Siskaperbapo) secara relatime dan update. Kemudian, pemberian pelayanan informasi publik dengan menempatkan TV informasi harga online Siskaperbapo di 20 pasar rakyat di Jawa Timur.
Sementara, penyediaan gerai stabilitas harga barang pokok hingga 3.817 gerai pangan permanen berupa 78 unit Kios Pangan Operasi Pasar Jatim, 214 unit gerai Toko Tanin Indonesia, 190 unit gerai e-Warong dan 3.335 unit gerai Rumah Pangan Kita.
Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan Gerai Pangan Khusus Hari Besar mencapai 175 gerai berupa 97 unit gerai Operasi Pasar Mandiri yang tersebar di Jawa Timur dan Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut hingga 78 gerai yang tersebar di Jawa Timur.
Sesuai arahan Menteri Perdagangan, lanjutnya, akan senantiasa dilakukan pengawasan di gudang-gudang dan pemantuan harga di pasar retail modern, pasar tradisional terhadap komoditi tertentu terkait pelaksanaan Harga Eceran Tertingi (HET).
HET itu meliputi komoditi minyak curah dengan harga Rp 11.000 per liter, gula pasir lokal dengan harga Rp 12.500 per kilogram dan daging beku mencapai Rp 80.000 per kilogram.
"Serta kini ada kewajiban bagi Distributor Barang Kebutuhan Pokok untuk mendaftar TDPUD Bapok Wajib (Tanda Daftar Perusahaan Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Wajib) ke Kementerian Perdaganga RI melalui http: //sipt.kemendag.go.id," pungkas Gus Ipul.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya