Pemindahan Ibu Kota atau pusat pemerintahan berdampak berbeda pada ekonomi RI
Merdeka.com - Rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta masih terus digodok pemerintahan Jokowi-JK. Belum dipastikan akan pindah kemana, namun kabar Palangka Raya menjadi pengganti Jakarta semakin menguat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan rencana perpindahan Ibu Kota sedikit banyak nantinya akan berpengaruh pada ekonomi Indonesia. Namun demikian, sangat tergantung apakah yang dipindahkan Ibu Kota atau pusat pemerintahan.
"(Pengaruh kepada ekonomi) Sangat tergantung yang dipindah adalah ibukota atau pusat pemerintahan. Iya pastilah arahnya akan ke sana (jika pusat pemerintahan dipindah maka industri pendukung ikut pindah)," ujar Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Jumat (15/12).
Suhariyanto mengatakan, yang jelas, pemindahan Ibu Kota nantinya tentu akan berdampak positif terhadap perekonomian Ibu Kota baru. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan sejauh mana pengaruh pemindahan tersebut terhadap ekonomi Ibu Kota baru.
"Kalau sebuah kota berkembang, lama-lama pasti akan berpengaruh terhadap ekonominya. Tapi sejauh mana perkembangannya kita belum tahu. Kotanya saja kita belum tahu di mana," jelasnya.
Lebih jauh, Suhariyanto menambahkan, tidak akan ada perubahan metodologi pengumpulan survei kondisi ekonomi masyarakat seperti inflasi, meskipun nantinya Ibu Kota dipindahkan. Pengumpulan data akan tetap menggunakan metodologi yang telah ditetapkan saat ini.
"Kita kan melakukan perhitungan inflasi kan di 82 kota. Itu kita pilih memang kota kota yang penting dan tahun depan kita berkembang menjadi 90 kota. Perubahan metodologi tidak ada masalah," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya