Pemerintah Yakin Indonesia Mampu Menjadi Pemain Utama Produk Halal di Asia
Merdeka.com - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berlabel halal saat ini semakin meningkat. Ini seiring bertambahnya kesadaran terhadap kualitas keamanan kesehatan produk yang dikonsumsi.
Menurut Gati legitnya pasar industri produk halal tak hanya dikerubuti oleh negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia. Sebab perusahaan dari China, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Australia juga ikut berebut memproduksi barang-barang halal.
"Saya yakin kita bisa mengambil bagian pasar produk halal, paling tidak sebagai pemain utama di Asia," ujar Gati dalam acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021, Kamis (3/6).
Wapres Ingin Indonesia jadi Eksportir Terbesar Produk Muslim Dunia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi pasar besar bagi produk muslim di dunia. Apalagi populasi umat muslim dunia mencapai 1,9 miliar jiwa di mana Indonesia menjadi negara muslim terbesar dengan populasi 229 juta jiwa. Angka tersebut merupakan 87,2 persen dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 276,3 juta jiwa, atau 12,7 persen dari populasi muslim dunia.
"Kita tentu sangat ingin Indonesia juga menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Sektor industri halal merupakan ekosistem dengan potensi ekonomi yang sangat besar," katanya dalam Pembukaan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021, Kamis (3/6).
Berdasarkan laporan State Global Islamic Economic Report 2020-2021, tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai USD2,02 triliun di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media/rekreasi halal. Sementara pengeluaran masyarakat muslim dunia terhadap modest fashion mencapai USD277 miliar, meningkat 4,2 pesen dari tahun sebelumnya, dan diperkirakan mencapai USD311 miliar pada tahun 2024.
"Ini merupakan peluang besar bagi perkembangan dan ekspansi pasar fashion Indonesia ke seluruh dunia. Untuk itu kita harus memperkuat promosi dan pemasarannya melalui pemanfaatan market place berbasis teknologi digital," tegasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya