Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Waspadai Pembengkakan Subsidi Elpiji 3 Kg di 2020

Pemerintah Waspadai Pembengkakan Subsidi Elpiji 3 Kg di 2020 elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK mewaspadai terjadinya lonjakan subsidi untuk elpiji 3 Kilogram (Kg) di tahun 2020. Sebab, berdasarkan catatan pemerintah, sejak 2017 realisasi penggunaan subsidi selalu membengkak karena penggunaannya tidak tepat sasaran.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara mengatakan, kuota elpiji 3 kg bersubsidi pada 2017 ditetapkan sebanyak 6,2 juta ton, sementara realisasinya tembus 6,31 juta ton. Begitupun pada 2018 juga mengalami kenaikan dari 6,45 juta ton menjadi 6,53 juta ton.

"Elpiji tabung 3 kg ini (konsumsinya) meningkat terus karena diperjualbelikan secara bebas. Konsumsi per tahun naik sekitar 5,5 persen," katanya dalam rapat panja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Suahasil mengatakan, salah satu penyebab terjadinya pembengkakan tersebut karena distribusi tabung elpiji tersebut sangat terbuka. Sehingga, siapa saja bisa membeli termasuk orang berkategori mampu.

"Dia bisa dibeli oleh golongan masyarakat manapun. Bahkan kelompok 10 persen paling kaya itu pun masih bisa beli tabung elpiji 3 kg. Ini yang kadang-kadang kita sebut bocor, artinya dinikmati bukan oleh yang berhak," jelasnya.

Untuk itu, langkah paling tepat untuk menekan agar tidak terjadi pembengkakan yakni dengan membenahi mekanisme pendistribusian elpiji bersubsidi tersebut. Dengan begitu diharapkan penerimaan subsidi elpiji menjadi tepat sasaran.

"Beberapa mekanisme telah diujicoba termasuk menggunakan sistem geometrik, e-voucher, dan uji coba oleh beberapa kementerian lembaga di pemerintah. Teknologinya ada, bisa digunakan," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP