Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah waspadai lonjakan harga tinggi saat harga BBM naik

Pemerintah waspadai lonjakan harga tinggi saat harga BBM naik Harga sayur naik. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Tahun ini, ancaman lonjakan inflasi sangat tinggi jelang Lebaran. Bukan hanya karena permintaan meningkat, namun juga didongkrak kebijakan pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah menyadari potensi lonjakan inflasi itu. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga pasokan bahan pangan yang berpotensi mendongkrak harga (volatile food).

"Itulah kenapa kita belajar dari pengalaman yang lalu, apa saja komponen yan memberi sumbangan pada inflasi, yang jelas inflasi inti kita 4,5-4,6 persen, inflasi volatile food 9-10 persen, dan inflasi harga diatur pemerintah, itu berkisar 14 persen, ini yang kita jaga, sehingga kita mendapat inflasi 7,2 persen," ungkap Hatta sesudah rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Kamis (20/6).

Langkah strategis pemerintah untuk menjaga target itu adalah membuka akses seluas-luasnya untuk angkutan bahan pangan di penyeberangan antar pulau, termasuk menambah armada feri. Distribusi kurang lancar selama ini menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

"Pertama volatile food, agar itu betul-betul suplai cukup, transportasi tidak terganggu, seluruh angkutan bahan-bahan bisa mengakibatkan inflasi dibuka. Penyeberangan yang bisa kurang sudah kita antisipasi untuk kita cukupi, termasuk di Merak-Bakauheni, feri dipersiapkan," kata politikus PAN itu.

Hatta memastikan inflasi mulai akhir bulan sampai jelang Lebaran nanti akan meningkat. Namun dia menjelaskan, bahwa situasi itu wajar. Pasokan bahan pangan sudah dijaga agar mencukupi permintaan pasar yang tinggi.

"Sampai bulan lalu kita deflasi, kemungkinan Juli, tentu saja kita akan menghadapi puasa, normal agak sedikit meningkat, tapi kita jamin volatile food akan tersedia," tandasnya.

Namun Menko Perekonomian enggan mengungkap berapa persen kenaikan inflasi akibat kenaikan BBM dan hari raya bulan depan. Dia juga tidak mau berspekulasi terkait level inflasi di akhir tahun nanti.

"Untuk (inflasi) Juli saya belum bisa menyebutkan, jangan meramal inflasi," cetusnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP